Wariskan Ilmu Antropologi, Glinka Tak Pernah Jadi WNI

Wariskan Ilmu Antropologi, Glinka Tak Pernah Jadi WNI

Wariskan Ilmu Antropologi, Glinka Tak Pernah Jadi WNI

Wariskan Ilmu Antropologi, Glinka Tak Pernah Jadi WNI
Wariskan Ilmu Antropologi, Glinka Tak Pernah Jadi WNI

Perintis Ilmu Antropologi Ragawi Indonesia yang juga rohaniawan Katolik asal Polandia,

Pater Prof. Dr. Habil Yosef Glinka, SVD meninggal dunia dalam usia 86 tahun di Surabaya, Kamis (30/8/2018) malam. Guru Besar FISIP Universitas Airlangga ini meninggal dengan tetap berstatus warga negara Polandia, meski telah berkarya selama 52 tahun untuk masyarakat dan sangat ingin menjadi warga negara Indonesia.

Dunia ilmu pengetahuan di Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya,

setelah kepergian Pater Prof. Dr. Habil Yosef Glinka SVD, perintis dan pakar Antropologi Ragawi atau Bio Antropologi, yang meninggal dunia Kamis (30/8/2018) malam, pada usia 86 tahun. Meninggalnya Pater Glinka – demikian panggilan akrab beliau – menjadi kehilangan besar bagi para biarawan Katolik dari Serikat Sabda Alah (SVD), serta civitas akademika Universitas Airlangga, yang menjadi tempat mengajar Glinka sejak 1985 silam. Sebelumnya, Glinka mengajar di Seminari Tinggi Ledalero, Flores, sejak pertama kali ditugaskan di Indonesia pada 1965.

Provinsial SVD Provinsi Jawa, Pater Joseph Jaga Dawan SVD mengatakan, Pater Glinka SVD, merupakan pastor yang menjadi panutan dalam serikat, sekaligus ilmuwan yang telah ikut mengembangkan bidang ilmu Antropologi Ragawi di Indonesia.

“Soal Antropologi Ragawi ini kan, dari ilmunya dulu ya, itu memang dia sangat

mengharapkan supaya di Indonesia ini juga ada (orang Indonesia yang menekuni), dan memang dia siapkan di Universitas Airlangga itu. Dalam kaitan dengan masyarakat, beliau betul-betul orang yang memperhatikan semua ya, punya dialog yang bagus, relasi yang baik, dan saya kira yang patut dicontoh itu, untuk betul-betul belajar itu jangan tanggung-tanggung, dalam arti bahwa betul-betul memberikan perhatian sepenuhnya. Semangatnya, juga hidup bersama, toleransi, itu kan dia nampak sekali (memberi contoh),”

 

Baca Juga :