UN Day Ajarkan Anak Toleransi

UN Day Ajarkan Anak Toleransi

UN Day Ajarkan Anak Toleransi

UN Day Ajarkan Anak Toleransi
UN Day Ajarkan Anak Toleransi

Untuk kali pertama, Kiddie Land Montessori Kindergarten Bogor memeriah­kan hari Perserikatan

Bangsa-bangsa atau United Nation Day (UN Day), Jumat (26/10).

UN Day sendiri jatuh pada 24 Oktober setiap tahun dan dirayakan dalam macam bentuk di beberapa daerah, mulai dari pawai kostum internasional, pameran makanan hingga fashion show.

Pun, tak terkecuali di Kiddie Land Montessori Kindergarten. Adik-adik kecil, lucu nan menggemaskan mengenakan pakaian khas dari berbagai negara, khususnya Asia.

Ada yang mengenakan Hanbok, pakaian tradisional dari Korea, Kimono Jepang, Cheongsam dari Cina hingga Sari, pakaian tradisional dari India.

Kepala Sekolah Kiddie Land Montessori, Imelda Wirahardja mengatakan

, dalam pelaksanaan UN Day, anak-anak diajarkan untuk lebih mengenal budaya negara lain, juga awareness bahwasanya banyak kultur yang berbeda-beda.

“Kemungkinan akan menjadi agenda setiap tahun,” terang Imelda.

Sementara itu, Founder Montessori, Sil Wom Khym menuturkan, melalui UN Day, anak-anak secara tidak langsung belajar menghormati, menghargai adanya perbedaan budaya. Selain itu, belajar tentang budaya dari negara-negara lain.

“UN Day ini juga merupakan salah satu aplikasi dari pembelajaran geografi

yang selama ini dilakukan di kelas. Pembelaja­rannya dilakukan dengan alat peraga juga dikemas lebih menyenangkan lewat lagu-lagu, mereka belajar mengenal nama-nama benua, ada lagunya juga, juga ciri khas dari negara-negara tertentu,” katanya.

Miss Sil, biasa dirinya disapa menuturkan, konsep pembelajaran di Montessori memang didominasi menggunakan alat peraga.

Karena dengan begitu, anak-anak bisa lebih mudah mengeksplorasi, sisi sensorik maupun motorik anak-anak pun kian terpacu. Anak-anak dibiasakan untuk mengobservasi langsung.

“Misalnya belajar dari sensorik dengan sentuhan, anak-anak akan langsung tahu. Dikenalkan langsung dengan panas, dingin lewat keadaan-keadaan sekitar,” tuturnya.

Selain itu, terpenting anak-anak serasa dibuat bermain, namun ada pembelajaran di dalamnya.(wil/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/