Tujuan Ilmu Pendidikan

Tujuan Ilmu Pendidikan

Tujuan Ilmu Pendidikan

Tujuan Ilmu Pendidikan
Tujuan Ilmu Pendidikan

Tugas paedagogik teoritis diluar paedagogik

histeris diemba oleh paedagogik sistematis sehingga cabang ilmunya ini sering disebut juga ilmu mendidika sistematis. Tugas paedagogik teoritis atau ilmu mendidik sistematis ialah menganalisis dan menyusun persoalan sekitar mendidik secara sistematis untuk menguraikan pokok ilmunya secara teratur sebagai kebulatan holistik (Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI Bag 1, 2007).

 

Ilmu pendidikan bertujuan memberikan informasi

atau keterangan tentang dasar-dasar pendidikan dalam berbagai situasi atau interaksi pendidikan, jalur dan jenis jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik mencapai kehidupan yang berbudaya dan mandiri yang lebih baik di masa depannya. Memberikan informasi dalam arti menjelaskan permasalahan, sebab-sebab dan kemungkinan mengupayakan dan pembekalan bagi pendidik dalam mendidik putra putrinya atau generasi berikutnya (Tim pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Bag 4, 2007).

Dari penjelasan di atas jelas ada sebuah perbedaan yang mendasar antara tujuan ilmu pendidikan dan tujuan pendidikan. Tujuan ilmu pendidik ditujukan untuk mempersiapkan para pendidik-pendidik yang profesioanl. Sedangkan tujuan pendidikan ditujuan untuk mengembangkan peserta didik untuk mencapai pengembangan diri secara optimal.

 

Ruang Lingkup Dari Ilmu Pendidikan

Ilmu pendidikan mempunyai garapan dan ruang lingkup yang luas, diantaranya dapat dilihat berdasarkan substansi, historis komparatif, aliran-aliran filsafat dan kasus-kasus strategic. Substansi itu meinimal terdiri atas komponen-komponen berikut yang bertalian satu sama lain,

1) filsafat atau tujuan dan evaluasi pendidikan,

2) Peserta didik dari buaian hingga liang lahat,

3) Pendidik dan tenaga kependidikan,

4) Kurikulum dan metodologi pendidikan,

5) Lembaga pendidikan, dan

6) Faktor-faktor penunjang.

Banyak penulis dalam bidang pendidikan

yang tidak terlalu mempersolakan secara tersurat kaitan pendidikan, teori pendidikan, filsafat pendidikan dan ilmu pendidikan. Mereka lebih mempedulikan langsung proses pendidikan dan manfaatnya bagi perkembangan individu secara optimal. Oleh karena itu ada sebagian ahli pendidikan beranggaan bahwa sesungguhnya ilmu pendidikan itu ialah penerapan ilmu-ilmu lain dalam praktek pendidikan. Jadi ilmu pendidikan itu bukalah ilmu yang berdiri sendiri. Pendidikan sesungguhnya hanya menggunakan hasil-hasil penelitian antropologi (filosofis, sosial dan cultural) psikologi (khusus psikologi perkembangan atau psikologi belajar) sosiologi (khususnya sosialisai anak dalam hubungan dengan status dan peranan orang tua dalam suatu masyarakat dan bidang studi yang akan diajarkan. Anggapan yang demikian itu kurang tepat, bahkan keliru karena ilmu pendidikan memiliki subjek penelitian yang khas yaitu fenomena atau situasi pendidikan dimana dalam proses perkembangan perserta didik terjadi interaksi antara pelajar atau peserta didik dengan pendidik, sedangkan pendekatan yang dipergunakan adalah minimal perpaduan antara pendekatan filosofis dan empiris. Hasil kedua pendekatan itu akan berupa suatu teori pendidikan (Tim pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Bag 4, 2007: 316).

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/materi-contoh-soal-teks-eksplanasi/