Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Teorinya

Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Teorinya

Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Teorinya

Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Teorinya
Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Teorinya

Auguste Comte

Auguste Comte disebut sebagai bapak sosiologi (the founding father of sociology). Teori Auguste Comte yang terkenal adalah hukum tiga tahap. Hokum ini digunakan untuk menjelaskan kemajuan evolusioner umat manuia dari masa primitive hingga memasuki peradaban Prancis pada abad XIX yang dapat dikatakan telah maju.

Emile Durkheim

Teori yang terkenal dari hasil sejarah bpupki pemikiran ilmiah Emile Durkheim adalah teori bunuh diri (suicide). Teori bunuh diri diperoleh berdasarkan korelsi antara integrasi dan bunuh diri. Apabila integrasi kuat, bunuh diri lemah dan sebaliknya.

Solidaritas sosial dibedakan menjadi dua bentuk: solidaritas mekanik (mudah ditemukan pada masyarakat yang masih terbelakang). Dan solidaritas organis (karena adanya system pembagian kerja).

Tiga tipe bunuh diri: egoistic suicide (adanya tekanan yang berlebihan atau kurangnya ikatan sosial). Heroistic suicide/altruistic suicide (adanya tekanan yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang karena dianggap tidak pantas di lingkungan masyarakat). Amomie (karena seseorang kehilangan cita-cita atau norma hidup).

Max Weber

Weber mengenalkan konsep teori verstehen, rasionalitas dan tindakan sosial, serta etika Protestan. Teori yang paling terkenal adalah teori etika Protestan. Teori Protestan berhubungan dengan semangat kapitalisme.

Karl Marx

Teori yang terkenal dari Karl Marx adalah perjuangan kelas dan alienasi. Menurutnya, masyarakat kapitalis digolongkan dalam dua kelas, yaitu kelas pemilik modal (borjuis) dan kelas buruh (proletar).

Dan alienasi diartikan sebagai keadaan yang dikuasai oleh kekuatan-kekuatan struktual sehingga membatasi individu untuk mengembangkan kreativitas dan memperoleh kesejahteraan.

Ferdinand Tonnies

Ferdinand Tonnies adalah sosiolog dari Jerman. Teorinya yang terkenal adalah konsep masyarakat gemeinschaft (paguyuban: bentuk kehidupan masyarakat) dan gesellschaft (patembayan: kehidupan bersama untuk jangka pendek) serta evolusi masyarakat tanpa kemajuan (berkaitan dengan kerinduan masyarakat gesellschaft pada pola hubungan masyarakat gemeinschaft.

Talcott Parsons

Melalui karyanya yang berjudul The Social System, Talcott Parsons menjadi tokoh sosiologi yang dominan di Amerika. Buku tersebut membahas tentang fungsionalisme struktural. Menurutnya, masyarakat akan tetap survive ketika variable-variable berpola atau system tindakan telah menjalankan keempat fungsinya, yang dikenal dengan konsep AGIL.

C. Wright Mills

C. Wright Mills mengembangkan teori sosiologi modern dengan pokok pikiran khayalan sosiologi (the sociological imagination). Khayalan sosiologi dapat dikembangkan melalui dua konsep pemikiran, yaitu troubles (masalah yang muncul dalam pribadi seseorang akibat adanya pertentangan pola pikir) dan issues (dorongan yang muncul dari luar pribadi manusia untuk menentukan dan menyikapi suatu kondisi).