Teori Organisasi

Teori Organisasi

Teori Organisasi

Teori Organisasi
Teori Organisasi

Teori Taylorisme

Taylorisme adalah nama yang populer untuk gagasan F. W. Taylor dan kini bersinonim dengan sebutan “efficiency expert”. Berikut lima prinsip dasar Taylorisme:
a) Geser tanggung jawab keorganisasian dari pekerja ke manajer. Manajer adalah pihak yang harus memikirkan perencanaan dan perancangan kerja.
b) Gunakan metode ilmiah (scientific method) untuk menentukan cara yang paling efisien untuk melakukan suatu pekerjaan (misalnya dengan memakai teknik time and motion study). Kemudian rancanglah pekerjaan untuk tiap pekerja dengan menetapkan secara jelas dan detail mengenai pekerjaan apa saja yang dilakukan.

Baca juga: Kata Serapan

c) Pilih orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan yang baru dirancang tersebut.
d) Latihlah karyawan tersebut untuk melakukan pekerjaannya secara efisien.
e) Lakukan monitoring terhadap kinerja karyawan untuk menjamin prosedur kerja yang telah ditetapkan benarbenar dijalankan dan tujuan yang dikendaki dicapai.

Penggunaan teknik tersebut di atas ditujukan untuk mempersingkat waktu pengerjaan dengan memaksa para pekerja menghilangkan “waktu yang tidak produktif”. Itu merupakan sebuah waktu dan gerak yang telah banyak dilakukan untuk menemukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dibandingkan dengan “rule of thumb”. Perlu juga dikemukakan di sini bahwa teknik Taylorisme tidak hanya diterapkan di pabrik (production floor), tetapi juga dibagian administrasi (office work) dengan cara memecah rangkaian pekerjaan (integrated tasks) menjadi komponen-komponen yang spesifik (specialized components) untuk dikerjakan oleh masing-masing ahlinya.