Agama

Tata Cara Tayamum dan Niatnya

Tata Cara Tayamum dan Niatnya

Tata Cara Tayamum dan Niatnya

 

Agama islam adalah agama yang meperhatikan umatnya, bahkan hukum dalam agama islam selalu memberikan solusi terhadap kejadian atau keadaan yang terjadi pada umatnya.

Tayamum

adalah salah satu ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagai pengganti wudhu. Tujuan dari tayamum sama halnya seperti wudhu yaitu untuk menghilangkan hadast.

Adanya hukum tayamum dalam agama islam dikarenakan ada sebab-sebabnya. Hal-hal yang mendorong dilaksanakannya tayamum adalah sebagai berikut:

➜ Dilanda musim kemarau yang berkepanjangan yang menyebabkan kondisi air menipis.
➜ Adanya penyakit pada anggota wudhu yang dilarang oleh dokter terkena air.
➜ Ketika ada di kendaraan yang tidak memungkinkan berwudhu.

Perbedaan antara bersuci secara tayamum dan berwudhu adalah sebagai berikut:
➜ Bersuci dengan wudhu menggunakan air, sedangkan bersuci dengan tayamum menggunakan tanah.
➜ Sekali melakukan wudhu bisa dilakukan untuk melakukan shalat (ibadah) berkali-kali asalkan tidak batal, sedangkan sekali melakukan tayamum hanya berlaku untuk satu kali ibadah shalat.

Syarat dalam melakukan ibadah tayamum adalah sebagai berikut:
➜ Memastikan kondisi air sudah kosong dengan melihat ke daerah terdekat.
➜ Menggunakan debu atau tanah harus yang suci dari najis.
➜ Tidak boleh menggunakan tanah atau debu yang musta’mal (debu yang pernah digunakan untuk tayamum).
➜ Tanah atau debu tersebut tidak boleh dicampuri oleh benda lain seperti kapur dan sebagainya.

Setelah kita mengetahui akan syarat dan faktor yang mendukung dilaksanakannya tayamum, maka kita baru melakukan tata cara tayamum.

Tata Cara Tayamum dan Niatnya

1. Memisahkan debu yang sudah kita pastikan kesuciannya ke arah tempat yang suci.

2. Mengusap wajah sambil membaca niat tayamum dalam hati kita.

Bacaan niat tayamum adalah sebagai berikut:

Artinya: Aku niat melaksanakan tayamum agar dapat melaksanakan shalat fardu karena Allah Ta’ala.

3. Mengusap dua tangan sampai dengan persendiannya (siku-siku).

4. Tertib antara dua usapan.

Dikarenakan tayamum merupakan pengganti wudhu, maka kita harus mempelajari praktek tayamum ketika kita tidak bisa melaksanakan wudhu dikarenakan ada sebab-sebab yang mengharuskan kita tayamum.

Baca Juga: