Serapan Kerja Rendah, Kemendikbud Akan Hapus Sejumlah Program Studi

Serapan Kerja Rendah, Kemendikbud Akan Hapus Sejumlah Program Studi

Serapan Kerja Rendah, Kemendikbud Akan Hapus Sejumlah Program Studi

Serapan Kerja Rendah, Kemendikbud Akan Hapus Sejumlah Program Studi
Serapan Kerja Rendah, Kemendikbud Akan Hapus Sejumlah Program Studi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bertekad melakukan pembenahan sistem pendidikan tinggi

secara menyeluruh. Rencananya, sejumlah program studi yang serapan kerjanya rendah akan dibubarkan dalam waktu dekat ini. Hal itu dilakukan untuk menekan jumlah pengangguran dari kalangan terdidik yang berasal dari lulusan perguruan tinggi.
“Kemendikbud hanya mempertahankan prodi (program studi) yang serapan kerjanya minimal 80 persen. Jika kurang dari itu, maka prodi tersebut akan dihapus,” ujar Plt Ditjen Belmawa, Aris Junaidi, didepan peserta Kuliah Umum “Arah dan Kebijakan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi” di UNY, Senin (20/1/2020).

Gagasan yang disampaikan di depan para pakar pendidikan ini memancing banyak reaksi

. Para pakar mengkhawatirkan kebijakan tersebut nantinya justru akan melahirkan permasalahan baru. Sebab penghapusan Prodi bukan hanya berdampak pada mahasiswa tetapi juga tenaga pendidikan yang semula mengampu prodi tersebut.
“Saya kira gagasan penutupan Prodi itu perlu dipertimbangkan lagi. Soalnya kalau ditutup, nanti bagaimana dengan alumni. Kalau ada urusan administrasi yang berhubungan dengan kampusnya lalu siapa yang akan menanganinya? Saya kira itu perlu dipikirkan. Jadi jangan asal nutup aja,” ujar Pakar Pendidikan UNY, Suwarsih Madya.
ADVERTISEMENT

Hal senada juga diungkapkan oleh Pakar Kebijakan Pendidikan, Farida Hanum,

yang menyarankan agar pembubaran Prodi itu dilakukan setelah melalui kajian yang komprehensif. Sebab, tak semua lulusan Perguruan Tinggi itu bekerja sesuai dengan jurusannya. Dengan demikian, gagasan pembubaran Prodi itu hendaknya dilakukan setelah melalui kajian yang mendalam.

 

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/