Sejarah Museum Fatahillah

Sejarah Museum Fatahillah

Sejarah Museum Fatahillah

Sejarah Museum Fatahillah
Sejarah Museum Fatahillah

Sobat bisa menemukan berbagai objek tentang perjalanan sejarah Kota Jakarta di museum ini. Seperti replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19. Selain itu juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Pada tahun 1972

diadakan penggalian terhadap lapangan tersebut dan ditemukan pondasi air mancur lengkap dengan pipa-pipanya. Maka dengan bukti sejarah itu dapat dibangun kembali sesuai gambar Johannes Rach, lalu terciptalah air mancur di tengah Taman Fatahillah. Pada tahun 1973 Pemda DKI Jakarta memfungsikan kembali taman tersebut dengan memberi nama baru yaitu ‘’’Taman Fatahillah”’ untuk mengenang panglima Fatahillah pendiri kota Jakarta.

Pada tahun 1937

Yayasan Oud Batavia mengajukan rencana untuk mendirikan sebuah museum mengenai sejarah Batavia, yayasan tersebut kemudian membeli gudang perusahaan Geo Wehry & Co yang terletak di sebelah timur Kali Besar tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 27 (kini museum Wayang) dan membangunnya kembali sebagai Museum Oud Batavia. Museum Batavia Lama ini dibuka untuk umum pada tahun 1939.

Pada masa kemerdekaan museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama di bawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan selanjutnya pada tahun 1968 ‘’Museum Djakarta Lama’’ diserahkan kepada Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Ali Sadikin, kemudian meresmikan gedung ini menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.

Pada tahun 1999

Museum Sejarah Jakarta mulai membenahi penampilannya. Tidak hanya sekedar tempat untuk merawat, memamerkan benda yang berasal dari periode Batavia, tetapi juga harus bisa menjadi tempat bagi semua orang baik bangsa Indonesia maupun asing, anak-anak, orang dewasa bahkan bagi penyandang cacat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi. Kisah perjalanan panjang terbentuknya Kota Jakarta juga digambarkan di sini. Bahkan sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih rekreatif.

Jika dilihat dari tatanan interior museum, pengurus nampaknya ingin memperlihatkan image “Jakarta Sebagai Pusat Pertemuan Budaya” dari berbagai kelompok suku baik dari dalam maupun dari luar Indonesia dan sejarah kota Jakarta seutuhnya. Berbagai kegiatan juga dilakukan untuk merangasang kesadaran akan pentingnya warisan budaya.

Nah Sobat, sudah tahu kan bagaimana Sejarah Berdirinya Museum Fatahillah. Semoga informasi ini bermanfaat untuuk sobat semua.

Baca juga artikel: