SEBAB-SEBAB GUGURNYA PPP

teori PPP

SEBAB-SEBAB GUGURNYA PPP

teori PPP
teori PPP

Ada beberapa kelemahan mencolok dari logika yang terkandung dalam teori PPP mengenai kurs yang didasarkan pada dalil satu harga.

  1. Asumsi yang dianut oleh dalil satu harga bahwa biaya transport dan pembatasan perdagangan bias diabaikan, ternyata tidak dapat dipertahankan. Dalam kenyataan sesungguhnya, biaya trnspor dan pembatasan perdagangan tidak bias diabaikan. Pembatasan perdagangan ini terkadang demikian tingginya sehingga menghambat sebagian perdagangan barang dan jasa antar Negara.
  2. Praktek-praktek monopolistic dan oligopolistic di berbagai pasar barang, bersama dengan biaya transport dan pembatasan perdagangan, semakin memperlemah keterkaitan harga atas barang yang sama di berbagai Negara.

PPP DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

       Beberapa factor penyebab lemahnya bukti empiris PPP yang di bahas juga dapat mengakibatkan melebarnya perbedaan tingkat-tingkat harga nasional, bahkan dalam jangka pangjang sekalipun. Tingkat-tingkat harga memang tetap memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri menuju posisi pasar yang seimbang, namun terdapat jenis harga yang kaku dan memerlukan banyak waktu untuk menyesuaikan diri secara penuh. Oleh karena itu penyimpangan dari PPP dalam jangka pendek lebih besar dareipada jangka panjang.

       Depresiasi dollar secara besar-besaran terhadap seluruh mata uang lainnya, misalnya menyebabkan harga peralatan pertanian Amerika relative lebih murah dibandingkan dengan peralatan serupa buatan luar negeri. Karena itu para petani di seluruh dunia mengalihkan permintaan mereka akan traktor dan mesin penuai kepada para produsen Amerika. Pada gilirannya, hal tersebut menyebabkan harga peralatan Amerika cenderung meningkat dan memperkecil penyimpangan terhadap dalil satu harga yang bersumber dari depresiasi dollar tadi. Tapi proses kenaikan harga secara penuh ini perlu waktu. Sementara pasar tengah menyesuaikan diri terhadap kurs, selisih harga peralatan pertanian buatan Amerika dan Negara-negara lain bias saja semakin melebar.

       Mungkin orang sering berpendapat bahwa kekakuan harga dalam jangka pendek dan gejolak kurs dapat membantu menjelaskan sebuah fenomena yang kita singgung tatkala membahas gambar 15-3, yakni bahwasannya penyimpangan dari PPP relative jauh lebih mencolok dalam periode kurs mengambang. Penafsiran data seperti itu ternyata ditunjang oleh hasil penelitian empiris baru-baru ini. Dalam sebuah penelitian seksama yang meliputi banyak Negara dan periode-periode bersejarah, Michael Musa dari Universitas Chicago membandingkan jangkauan penyimpangan jangka pendek dari PPP pada masa system kurs tetap dan masa system kurs mengambang. Ia mendapati bahwa system kurs mengambang secara sistematis mengakibatkan penyimpangan jangka pendek dari PPP yang jauh lebih besar dan lebih sering.

Sumber : https://sam-worthington.net/