RSP UNAIR Resmikan Tiga Layanan Baru, Dirjen Pelayanan Kesehatan: Ini Bisa Jadi Contoh RSP di Indonesia

RSP UNAIR Resmikan Tiga Layanan Baru, Dirjen Pelayanan Kesehatan Ini Bisa Jadi Contoh RSP di Indonesia

RSP UNAIR Resmikan Tiga Layanan Baru, Dirjen Pelayanan Kesehatan: Ini Bisa Jadi Contoh RSP di Indonesia

RSP UNAIR Resmikan Tiga Layanan Baru, Dirjen Pelayanan Kesehatan Ini Bisa Jadi Contoh RSP di Indonesia
RSP UNAIR Resmikan Tiga Layanan Baru, Dirjen Pelayanan Kesehatan Ini Bisa Jadi Contoh RSP di Indonesia

Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RSP UNAIR) terus melakukan berbagai gebrakan dan inovasi.

Meski belum genap berusia sepuluh tahun, RSP UNAIR terbukti telah melakukan berbagai pelayanan yang mendapatkan banyak prestasi. Baik dari dalam maupun luar negeri.

Untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, kali ini, RSP UNAIR meresmikan tiga layanan baru. Ialah Airlangga Aesthetic Center, Poliklinik Layanan Tradisional dan Komplementer, dan Integrated Digital Design Center For Medical UNAIR Hospital – ITS, yang diresmikan pada Senin (8/7/2019).

Bertempat di di Hall Dharmawangsa Lt. 8 RSP UNAIR, acara tersebut dihadiri langsung oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Keseharan RI dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K)., Rektor UNAIR Prof. Nasih, Direktur RSP UNAIR Prof. Nasron, dan jajaran pimpinan di lingkungan UNAIR dan RSP UNAIR.

Mengenai layanan kesehatan baru tersebut, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dr. Bambang

dihadapan awak media mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi upaya RSP UNAIR untuk meresmikan layanan tersebut. Menurutnya, layanan kesehatan yang mengintegrasikan model layanan konvensional dan tradisional tersebut merubakan inovasi yang pertama kali diresmikan oleh rumah sakit pendidikan di Indonesia.

“Kami tentu mengapresiasi layanan yang baru pertama kali dimiliki oleh rumah sakit pendidikan di Indonesia. Tentu, hal yang dilakukan oleh RSP UNAIR ini bisa menjadi contoh bagi rumah sakit pendidikan lain di Indonesia,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, model pelayanan yang mengintegrasikan layanan konvensional dan tradisional ini memebrikan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Pasalnya, masyarakat akan memiliki banyak pilihan untuk melakukan pengobatan. Terlebih, tandasnya, hal tersebut dilakukan oleh rumah sakit pendidikan.

“Kita tahu, sumber daya layanan pengobatan tradisional di Indonesia ini sangat banyak.

Dengan hadirnya integrasi layanan ini dan didukung banyaknya riset yang dilakukan oleh akademisi dan dokter di sini, tentu akan semakian meningkatkan kualitas layanan,” tandasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Rektor UNAIR Prof. Nasih mengatakan bahwa integrasi layanan kolaborasi tersebut, menjadi sangat penting agar semua bisa saling berkontribusi dan berjalan dengan baik. Terkait dengan pengobatan tradisional, Prof. Nasih menegaskan bahwa pihaknya juga telah melakukan penghitungan dengan baik. Utamanya terkait SDM.

“Kami juga didorong untuk melahirkan progam studi S1 Pengobatan Tradisional. Namun, sebelum program studi itu ada, kami ingin memastikan bahwa kelak para lulusan memiliki kemampuan lapangan pekerjaan yang baik,” tutur Prof. Nasih

 

Sumber :

http://kw.pm.org/wiki/index.cgi?MerekTerbaik