Resensi Novel Ai (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti)

Resensi Novel Ai (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti)

Resensi Novel Ai (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti)

Resensi Novel Ai (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti)
Resensi Novel Ai (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti)

 

Kelebihan:

 

Novel ini dapat dibaca oleh semua kalangan. Pembaca tidak akan bosan membaca kehidupan para remaja yang menjalankan hubungan persahabatan yang kemudian menjadi kekasih dan menikah. Dalam novel ini selain belajar tentang budaya Jepang, kita juga dapat mengetahui berbagai tempat di Tokyo.

 

Kelemahan:

 

Ceritanya terlalu berbelit-belit dan terkadang menjengkelkan karena terlalu banyak lika-liku dalam cerita.

Unsur Intrinsik:

(a) Judul : Ai (Cinta Tak Pernah Lelah Menanti)

(b) Tema : Persahabatan dan Percintaan

(c) Tokoh :

  1. Sei Matsumoto
  2. Ai
  3. Shinichi Matsuoka
  4. Bapak Shin
  5. Ibu Shin
  6. Bapak Ai
  7. Risa
  8. Kenta Fukuda
  9. Chiharu
  10. Natsu Miyagi

 

(d) Setting :

Waktu :

Pagi   : Ketika orang-orang mampir di pemandian air panas Nakaji.Sore   : Orang-orang berbondong-bondong pergi ke pemandian umum untuk membersihkan diri. Dan juga menikmati makan sore di restoran Matsumoto.Malam  : Melayani tamu-tamu yang datang di restoran untuk makan malam.Musim panas : Festival musim panas di mana mereka semua berkumpul menyaksikan beberapa tarian tradisional, makanan tradisional Jepang.Tempat :
Di pedalaman kecil sudut negeri JepangSento Tradisional (pemandian umum) : Tempat tinggal Ai dan SeiUniversitas Todai, Tokyo : Tempat Sei, Ai, dan Shin kuliah setelah lulus sekolah di desaTokyo Tower : Tempat di mana Shin melamar AiTaman Ueno : Tempat Ai, Shin, Sei, dan Natsu melihat Hanami (gugurnya bunga sakura)Suasana :


Gembira

Saat mengetahui bahwa mereka bertiga lulus dengan nilai sempurna dan diterima di universitas Todai, Tokyo.Bahagia : Sei tidak bisa menghentikan seulas senyum senang diwajahnya melihat mata Ai berkaca-kaca tertawa tak habis-habisnya sambil berkejaran dengan untaian seribu layang-layang yang menaungi langit musim panasMenyedihkan : Sei merasa sedikit sesak, mungkin sedikit kecewa karena Ai memilih Shin kali ini bukan dia yang sudah belasan tahun menjadi sahabatnya.Menegangkan : Shin dengan ragu-ragu bertanya kepada Sei bahwa dia mencintai Ai dan dia takut kalau Sei juga mencintainya.

Baca :