PKBM Diaferat Gelar Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan

PKBM Diaferat Gelar Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan

PKBM Diaferat Gelar Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan

PKBM Diaferat Gelar Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan
PKBM Diaferat Gelar Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Diaferat yang berlokasi

di Jalan Gajah Atas RT 002/RW 004 Keluragan Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Jumat (10/6/2016) melaksanakan kegiatan Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan (PKHP).

Kegiatan PKHP yang diikuti oleh 25 perempuan di lingkungan RT 002/RW 004 Kelurahan Nusaniwe ini, dibuka dengan resmi oleh Jems Silano, S.Sos Kasi Sarana Prasarana Dinas Dikpora Kota Ambon mewakili Kadis Dikpora.

Dalam sambutannya Jems Silano katakan, kegiatan ini merupakan program

pemberdayaan sebagai bagian dari program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat. PKBM Diaferat memiliki program Paket A, B dan C yang sudah menghasilkan beberapa generasi dan bahkan ada yang sudah menjadi anggota DPRD, Polisi dan lain-lain.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 khusus pasal 26 mengamanatkan bahwa, PKBM harus memiliki minimal 3 program salah satunya adalah program Paket A, B dan C.

Motto Pendidikan Non Formal adalah Melayani yang tidak Terlayani.

Artinya orang yang sudah tidak memiliki pendidikan formal maka pendidikan non formal sebagai solusinya.

Program Pendidikan Kecakapan Hidup ini memperdayakan orang lain termasuk perempuan marginal, dengan tujuan agar perempuan memiliki ketrampilan dalam membantu suami menambah pendapatan.

Atas nama Dinas Dikor Kota Ambon Jems Silano mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh PKBM Diaferat dengan harapan, peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik sehingga nantinya dapat membantu meningkatan pendapatan melalui pemasaran hasil-hasil kerajinan demi kesejahteraan keluarga masing-masing.

Pengelola PKBM Diaferat Beny Popla, S.Pd melaporkan, program ini disasarkan kepada perempuan marginal (miskin) soal ketrampilan, sehingga bisa maju sejajar dengan perempuan lain di Indonesia.

Jika ada kemauan keras dari peserta untuk menghasilkan produk-produk kerajinan, maka akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan selanjutnya di waktu-waktu mendatang.(TM02)

 

Baca Juga :