Penjelasan Mengenai Penyakit Hati (Iri dan Dengki)

Penjelasan Mengenai Penyakit Hati (Iri dan Dengki)

Penjelasan Mengenai Penyakit Hati (Iri dan Dengki)

Penjelasan Mengenai Penyakit Hati (Iri dan Dengki)
Penjelasan Mengenai Penyakit Hati (Iri dan Dengki)

Iri dan Dengki

Iri dan dengki salah satu penyakit yang bisa membuat hati setiap orang tidak pernah merasa tenang. Bagi orang yang demikian, kebahagiaan dan kesenangan seolah hanya menjadi miliknya, dan tidak boleh ada orang lain yang mendapatkan kesenangan berupa apa pun. Sebab, jika hal itu terjadi, maka dapat membuatnya merasa hidup tidak aman dan ada yang menyaingi. Pada kondisi semacam itu, keinginannya selalu diliputi oleh kecemasan yang berujung pada depresi, sehingga menimbulkan benih penyakit yang parah.

Secara sederhana

Secara sederhana, sifat penyakit iri adalah perasaan cemburu terhadap kebaikan, kesenangan, dan kebahagiaan yang didapatkan oleh orang lain dan ingin agar kebaikan tersebut beralih kepada dirinya. Maka, seseorang yang selalu “panas” oleh keadaan lingkungannya, baik berasal dari sebuah keberuntungan atau sebaliknya merupakan hati yang diliputi oleh penyakit iri. Bahkan, orang yang terjangkit penyakit ini, akan merasa senang jika orang di sekitarnya jatuh dan terpuruk, atau mendapatkan kesengsaraan. Kemudian, jangan harapkan orang tersebut melakukan kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain, karena dalam hatinya bersembunyi penyakit batin berupa iri.

Dampaknya

Selanjutnya, sifat iri ini dapat berdampak pada kondisi jiwa yang resah setiap saat, serta tidak akan pernah mendapat kebahagiaan dan ketenangan. Dalam kondisi semacam ini, seluruh organ saraf dalam dirinya tegang dan tidak bisa rileks, lebih-lebih jika lingkungannya dalam kondisi yang terpuruk. Akibatnya, organ saraf yang tegang itu menyebabkan semua organ tidak mampu bekerja sempurna, bahkan mempersempit aliran darah. Bila setiap organ tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, maka hanya menunggu waktu untuk terjangkit penyakit jasmani, misalnya berupa tekanan darah tinggi, depresi, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Dengan demikian, orang yang terjangkit penyakit iri, telah membuat penyakit dalam dirinya sendiri, sehingga pada akhirnya ia sendiri yang menderita dengan berbagai gangguan penyakit jasmani akibat penyakit batin berupa iri ini.

Sementara itu, penyakit selanjutnya berupa dengki, yakni sebuah kondisi perasaan tidak suka terhadap orang lain. Bila orang lain memperoleh kebaikan, ia merasa susah, namun ketika orang lain mengalami kesusahan, ia justru merasa senang. Penyakit ini juga tidak kalah menyengsarakan bagi penderitanya, yang berujung pada penderitaan yang berkepanjangan.

Jika penyakit iri berupa kecemburuan yang membuat orang gelisah, maka dengki cenderung menjadi sebuah sifat yang tidak terima dengan apa pun yang diterima oleh lingkungannya. Baginya, kebahagiaan dan keberuntungan hanyalah miliknya belaka, tidak ada orang lain yang boleh mengambilnya, serta dapat membuat depresi yang berat dalam dirinya jika ia tahu ada orang lain mendapatkan kebahagiaan.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/