Pendidikan

PENGARUH KONFERENSI MEJA BUNDAR BAGI INDONESIA

PENGARUH KONFERENSI MEJA BUNDAR BAGI INDONESIA

PENGARUH KONFERENSI MEJA BUNDAR BAGI INDONESIA

PENGARUH KONFERENSI MEJA BUNDAR BAGI INDONESIA

Setelah diadakannya Konferensi Meja Bundar

Republik Indonesia Serikat melantik pemerintahannya dengan Sukarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai perdana menteri yang memimpin Kabinet Republik Indonesia Serikat.

Perlu diketahui bahwa dalam  pemerintahan Republik Indonesia Serikat memiliki sistem pemerintahan yang parlementer dimana Presiden hanya berfungsi sebagai Kepala Negara sedangkan kepala pemerintahan adalah Perdana menteri.Selain itu Republik Indonesia Serikat juga dibentuk atas 16 negara bagian yang masing-masing berdaulat dan setiap negara bagian adalah persekutuan dari Kerajaan Belanda.

Setelah Konferensi Meja Bundar Ini Indonesia telah membayar hingga sekitar 4 miliar gulden dalam kurun tahun 1950-1956 namun kemudian pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak membayarkan sisa utang tersebut.

Semenjak Konferensi Meja Bundar ini kerajaan Belanda secara de facto  mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia adalah saat pengesahan Piagam konferensi ini atau pada tanggal 2 November 1949. Kerajaan Belanda baru mengubah pengakuan de factonya terhadap tanggal kemerdekaan Indoneseia sekitar 60 tahun kemudian atau pada tanggal 15 Agustus 2005.

Perubahan pengakuan de facto ini disampaikan oleh perdana menteri Belanda bernama Ben Bot saat menghadiri sebuah konferensi di Jakarta. Dalam konferensi ini perdana menteri Be Bot juga menyampaikan permintaan maaf dari Kerajaan Belanda terhadap penderitaan yang telah berlangsung selama masa kolonialisme Belanda di Indonesia.


Sumber: https://half-lightmovie.com/z-city-apk/