Pengamat: Sistematisasi Big Data Perlu untuk Pendidikan

Pengamat Sistematisasi Big Data Perlu untuk Pendidikan

Pengamat: Sistematisasi Big Data Perlu untuk Pendidikan

Pengamat Sistematisasi Big Data Perlu untuk Pendidikan
Pengamat Sistematisasi Big Data Perlu untuk Pendidikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim

untuk lebih banyak memanfaatkan kemajuan teknologi dalam sistem pendidikan saat ini. Pengamat Pendidikan Doni Kusuma menilai, teknologi bisa membantu mempermudah banyak hal dalam pembelajaran. Namun infrastruktur harus ada, seperti listrik dan jaringan internet.

“Saya rasa Mendikbud perlu mensistematisasi big data pendidikan nasional agar terintegrasi dan mudah dikelola sebagai bagian kinerja pendidikan. Saat ini pangkalan data kita belum terintegrasi dengam baik,” ujar Doni Kusuma, Jumat (1/11).
Dia menjelaskan, kurikulum selalu terkait dengan profil lulusan yaitu gambaran kompetensi lulusan yang diharapkan, isi materi pelajaran, struktur kurikulum termasuk jenis mata pelajaran, alokasi waktu, proses pengajaran dan sistem penilaian.

Adanya perubahan pada sistem kurikulum juga harus turut menyelaraskan kompetensi guru,

buku teks, hingga cara mengajar. “Perubahan ini harus dilakukan simultan secara bersama-sama, guru iya, kurikulum juga iya. Jadi akan mengubah banyak hal,” kata Doni.

Sebelumnya, Jokowi mengingatkan agar Mendikbud yang baru dapat mengoneksikan

pendidikan dengan kebutuhan ketrampilan di industri. Jokowi menilai, kemajuan teknologi saat ini berpotensi menggeser sejumlah bidang pekerjaan tertentu lantaran tergantikan oleh otomatisasi mesin.

Meski begitu, kemajuan teknologi juga membuka bidang lapangan kerja baru yang sebelumnya justru belum muncul. “Ada pergeseran pekerjaan. Tapi teknologi bukan hanya membuat job loss, tapi juga peluang berupa job gain. Penyesuaian kurikulum besar-besaran harus kita lakukan,” jelas Jokowi dalam sambutan rapat terbatas, Kamis (31/10).

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/gbwhatsapp/