Pendidikan

Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajaran Menyenangkan

Pembelajaran menyenangkan (joyfull instruction) merupakan suatu proses pembelajaran yang didalamnya memuat kohesi yang kuat antara pendidik dengan peserta didik, tanpa ada rasa terpaksa atau tertekan (not under pressure).Dengan kata lain pembelajaran menyenangkan adalah adanya pola yang baik antara guru dengan peserta didik dalam proses pembelajaran. Guru posisinya sebagai mitra belajar peserta didik, bahkan dalam hal tertentu tidak menutup kemungkinan guru belajar dari peserta didiknya.

Pembelajaran yang menyenangkan merupakan pembelajaran yang di desain sedemikian rupa sehingga memberikan suasana penuh keceriaan, menyenangkan, dan yang paling utama, tidak membosankan kepada peserta didik. Suasana seperti ini akan membuat peserta didik lebih fokus pada kegiatan pembelajaran di kelasnya dan perhatian peserta didik lebih tinggi sehingga meningkatkan hasil belajarnya. Pembelajaran yang menyenangkan harus di dukung oleh keamanan lingkungan, relevansi bahan ajar, serta jaminan bahwa belajar secara emosional akan memberikan dampak positif.

Pembelajaran akan menyebnangkan manakala secara sadar pikiran otak kiri dan kanan, menantang peserta didik untuk berekspresi dan berpikir jauh ke depan, serta meng konsolidasikan bahan yang sudah dipelajari dengan meninjau ulang dalm periode-periode yang lebih santai. Kesenangan belajar bukan hanya karena lingkungan belajar yang menggairahkan,tetapi juga karena terpenuhinya hasrat ingin tahu (need achievement) peserta didik. Pembelajaran yang menyenangkan memerlukan dukungan pengelolaan kelas serta penggunaan media pembelajaran, alat bantu dan sumber belajar yang tepat. Pembelajaran yang menyenangkan juga dapat tercipta karena proses pembelajaran disesuaikan dengan karkteristik siswa,( seperti: kongkret, holistik, manipulatif dll), dengan menerapakan pendekatan CBSA dan pendekatan keterampilan proses. (Masitoh dan Laksmi dewi : 2009).

Untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan, guru harus mampu merancang pembelajaran, dengan baik, memilih materi yang tepat, serta memilih dan mengembangkan strategi yang dapat melibatkan peserta didik secara optimal. Salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menggunakan permainan edukatif (belajar sambil bermain) karena dengan metode ini, terdapat keselarasan damn keseimbangan antara aspek menyenangkan dan aspek pencapaian tujuan pembelajaran.

2.2.   Prinsip- Prinsip Pembelajaran Pakem

Ada beberapa prinsip yang melandasi pembelajaran PAKEM, antara lain :

1)      Mengalami: Peserta didik terlibat aktif baik fisik, mental maupun emosional. Melalui pengalaman langsung pembelajaran akan lebih bermakna, bagi siswa daripada hanya mendengarkan.

2)      Komunikasi: Kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komonikasi antara guru dan peserta didik. Proses komunikasi yang baik adalah proses komunikasi dimana antara unsur komunikator dan komunikan terdapat satu arah yang sama.

3)      Interaksi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya interaksi multi arah. Interaksi multi arah yang diharapkan terjadi adalah interaksi transaksional, dimana proses komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa, bahkan siswa dengan lingkungan sekitar memiliki kesiapan yang cukup baik.

4)      Refleksi : kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan. Proses refleksi sangat perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana ketercapaian proses pembelajaran. Kegiatan refleksi ini dilakukan bersama antara guru dan siswa. ( Masitoh dan Laksmi Dewi : 2009).

2.3.   Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pakem.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam melaksanakan pembelajaran PAKEM, antara lain :

1)      Memahami sifat yang dimiliki anak.

Ada dua sifat yang pasti dimiliki oleh setiap anak dimanapun, yaitu kesukaan berimajinasi dan rasa ingin tahu yang besar. Guru sebagai pembimbing siswa, harus tau karakteristik kedua sifat dasr itu sebagai modal untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Guru bisa melakukan berbagai cara yang (tentunya) dapat membuat siswa senang/merasa dihargai, seperti memuji hasil karyanya, mengajukan pertanyaan yang menanatang, atau mendorong siswa untuk melakukan percobaan.

2)      Mengenal anak secara perorangan.

Setiap siswa tentunya memiliki karakteristik yang berbeda. Tak terkecuali dalam hal pembelajaran. Ada siswa yang memiliki kemaampuaan yang tinggi dalaam materi pelajaran, ada siswa juga yang agak lambat dalam menyerap materi pelajaran. Dengan mengemnal kekurangan dan kelebihan dari tiap siswa didiknya, guru bisa merumuskan perlakuan khusus yang harus diberikan kepda setiap siswa. Siswa yang memiliki kemampuan lebih, bisa dimanfaatkan untuk membantu siswa yang lain yang memiliki kemampuan kurang dalam belajar.

3)      Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar.

sumber :

Be Castle Defense: Tower Crush, Tower Conquest 1.0.17 Apk