Perkebunan

Pembahasan

Pembahasan

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, Pada tiga waktu yang berbeda yaitu pukul 07:00 ; 12:00 ; 17:00 secara kontinyu selama seminggu atau 7 hari, pergeseran awan berbeda- beda dengan jenis yang hampir sama. Awan penutup hasil pengamatan tersebut adalah 5 sampai 6 okta (langit berawan). Jenis – jenis awan berdasarkan hasil pengamatan yaitu Awan Stratokumulus, Awan Cirrostratus, Awan Altokumulus, dan Awan Cirrus (Ci).

Stratokumulus (Sc) ialah awan berwarna kelabu/putih yang terjadi apabila bagian puncak awan kumulus yang terbentuk pada waktu petang menghampar dibawah songsangan suhu.Awan-awan ini terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer mulai menjadi stabil. Awan stratocumulus berupa lapisan awan yang terdiri dari unsur bulatan pipih/memanjang berwarna kelabu. Masing-masing unsur dapat saling menyambung

Awan altocumulus berupa lapisan  berwarna putih atau kelabu yang terdiri dari unsur-unsur berbentuk bulatan pipih. Dan macam bentuk Awan Alto Cumulus adalah awan yang seperti bulu dombaatau sisik ikan tetapi agak melebar 10 s/d 50 dengan warnaputih bersi, atau abu-abu atau campuran dari dua-duanya.

Awan altostratus berupa awan yang nampak berserat/seragam tapi berwarna kelabu/kebiruan menutupi sebagian/seluruh langit.Dan macam bentuk Awan AltoStratus adalah awan yang seperti lembaran-lembaranatau lapisan-lapisan jalur yang berwarna abu-abuatau kebiru-biruan.Jenis awan ini sering menimbulkan hujan merata.

Awan cirrus (Ci) tampak tersusun dari serat lembut dan halus berwarna putih mengkilap bagaikan sutera.dan bentuk Awan Cirrue adalah awan putih terpisah-pisah seperti benanghalus atau pecah-pecah atau jalur-jalur sempit atau matapancing atau bulu ayam atau serabut yang berwarna putihkeperak-perakan.

Awan cirrostratus tampak seperti tirai kelambu halus keputih-putihan. dan bentuk Awan Cirrostratus adalah awan yang transparan dengan puncak seperti serabut halus menutupi sebagian atau seluruhnya dari langit dengan warna keputih-putihan. Awan ini umumnya menimbulkan phenomena lingkaran putih disekeliling bulan atau matahari.

Awan berwarna putih disebabkan karena Sinar matahari adalah kombinasi dari berbagai sinar dengan panjang gelombang (warna) yang berbeda-beda. Butiran air dan es dalam awan membaur secara merata ke berbagai arah seluruh komponen sinar matahari. Pembauran sinar dengan panjang gelombang yang berbeda secara merata itu menghasilkan warna putih. Secara global, sistem perawanan memang berperan untuk menyaring, mengurangi, bahkan mengeliminasi radiasi matahari sama sekali. Tapi, jika matahari tampak mengintip dari awan, misalnya, pendaran radiasi matahari dari awan itu justru akan membuat radiasi matahari meningkat dibanding tidak ada awan sama sekali. Radiasi sinar matahari yang terbaur memang bisa menambah besar atau kecilnya radiasi matahari yang datang. Tergantung tipe awannya. Lapisan awan yang tipis dan awan yang tersebar akan memantulkan sinar matahari yang datang serta meningkatkan pembauran radiasi. Sebaliknya, awan yang tebal akan mengurangi bauran itu. Miliaran butiran air atau kristal es yang melayang-layang di udara menyusun awan-awan itu. Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara Udara panas, apabila udara panas lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan. Suhu

Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/situs-jasa-penulis-artikel/