Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi

Paragraf Eksposisi
Paragraf Eksposisi

Berikut adalah paragraph eksposisi yang diambil dari buku yang berjudul “Keajaiban Belajar”.

“Bagaimana Gaya Belajarmu ?”

Gaya belajar adalah sesuatu yang penting agar proses belajar bisa menyenangkan dan hasilnya pun memuaskan. Seringkali orangtua atau pengajar memaksakan suatu gaya belajar yang tidak cocok bahkan tidak disukai anak atau murid. Padahal gaya belajar merupakan kunci sukses untuk mengembangkan kinerja dalam belajar. Ini juga bisa diterapkan dalam tehnik memperoleh pengetahuan atau informasi secara individu atau dalam dunia kerja sekalipun. Sekali saja Anda mengetahui gaya belajar, maka jutaan ilmu akan mudah Anda serap. Karena gaya belajar merupakan kombinasi dari menyerap, mengatur, dan mengolah informasi yang kita peroleh.

Ada 3 gaya belajar yang dikenal, yaitu : visual, auditorial, dan kinestetik.
• Tipe Visual
Anak yang memiliki gaya belajar ini mendapatkan informasi dengan cara memiliki kontak mata dengan apa yang dipelajari. Maka ia akan sangat perlu untuk memperhatikan pelajaran di kelas, atau membaca buku. Cara ini ternyata membuat guru merasa senang karena melihat si murid memperhatikan pelajarannya. Ia jadi mudah diatur karena pas dengan kecenderungannya.
Anak tipe seperti ini biasanya juga teliti terhadap hal-hal kecil. Ia seperti melihat sesuatu dengan mudah. Ia juga pembaca tekun dan cepat.

• Tipe Auditorial
Tipe pembelajar seperti ini tidak memerlukan kontak mata, tapi cukup mengoptimalkan pendengarannya. Ia jadi terkesan tidak memperhatikan pembicaraan, walaupun sebenarnya ia dengar. Anak seperti ini biasanya belajar lewat suara keras, atau listening.
Ciri lain tipe ini adalah biasanya mereka mudah terganggu dengan keributan. Dan mereka suka berbicara, berdiskusi, atau menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar.

• Tipe Kinestetik
Tipe pembelajar seperti ini cenderung aktif. Ia harus bereksplorasi dan mengoptimalkan fisiknya. Sehingga ia tidak betah jika disuruh duduk berlama-lama di kelas atau hanya mendengarkan ceramah saja. Ia perlu menyentuh, bergerak, dan melakukan atau praktek. Jika bicara biasanya ia agak perlahan dan jika membaca, ia biasanya memakai jari sebagai petunjuk.
Sayangnya, karena kecenderungan itu, orang bertipe seperti ini malah sering dianggap anak nakal. Ini biasa terjadi selain karena ia tidak betah, ia juga ingin bergerak, dan ternyata malah mengganggu anak atau murid lain. Tipe seperti ini biasanya dominan menggunakan belahan otak kanannya.
Tentu tipe seperti diatas tidak selalu sempurna dimiliki seseorang. Biasanya kita juga melihat variasi tipe di atas pada satu orang. Misalnya variasi visual-auditorial, audio-kinestetik, atau visual-kinestetik.
Dan tentu pula tak ada tipe belajar yang terbaik. Yang ada adalah kita harus mengetahui tipe belajar kita atau anak (murid) kita dan mengoptimalkannya. Memang biasanya akan lebih sulit menangani anak bergaya kinestetik. Karena sang pengajar dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan pelajaran@

Baca Juga :