Orang Tua dan Sekolah Harus Paham Sistem Zonasi PPDB

Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme

Orang Tua dan Sekolah Harus Paham Sistem Zonasi PPDB

Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme
Menristekdikti Apresiasi Kerjasama BNPT dan UI Tangkal Radikalisme

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggunakan sistem zonasi

masih menjadi persoalan. Terutama kecenderungan orang tua siswa ingin anaknya masuk ke sekolah unggulan. Padahal, sistem zonasi menyesuaikan calon peserta didik memilih sekolah sesuai dengan domisili tempat tinggalnya.

Dewan Pendidikan Kota Batam Haryanto menjelaskan bahwa sistem zonasi berakar dari Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 17 tahun 2017. Para orang tua harus bisa memahami bahwa Permendikbud ini tidak bisa segera memenuhi keinginan orang tua untuk menempatkan anak-anak mereka ke sekolah unggulan.

Meski begitu peluang untuk anak-anak yang tinggal tidak satu zonasi dengan sekolah unggulan, tetap ada. Namun mereka tidak menjadi prioritas, sehingga sistem zonasi diharapkan bisa berjalan sesuai dengan rencana besar pemerintah.

Menurutnya, peluang itu tetap ada. Siswa dengan keunggulan tertentu bisa masuk ke sekolah

di luar zonasinya melalui jalur prestasi. Meskipun persentasenya kecil sekali.

“Tapi tidak ada salahnya kalau mau dicoba, asal tidak menyalahi ketentuan yang ada,” kata Haryanto ketika ditemui disela kegiatannya memantau pelaksanaan UNBK di SMPN 6 Batam pada Selasa (24/4).

Menurutnya, kompetensi setiap anak yang berbeda-beda harus disikapi dengan baik oleh orang tua, dengan tidak memaksakan anak untuk ke sekolah tertentu. Sehingga tidak memberikan beban untuk anak-anak yang memang memiliki keunikannya masing-masing.

Haryanto melanjutkan, sistem zonasi juga memberi dampak agar sekolah-sekolah

yang belum berada pada posisi unggulan atau favorit untuk berbenah. Sehingga standar sekolah yang diharapkan bisa menyesuaikan dengan keinginan masyarakat domisili sekolah tersebut.

“Zonasi ini juga diharapkan bisa membuat sekolah berkembang, jangan hanya tinggal diam melihat sekolah lain menjadi unggulan, gurunya juga harus meningkatkan kualitas sehingga standar pendidikan dan sekolah juga menjadi lebih baik,” kata Haryanto lagi.

Senada dengan Dewan Pendidikan Kota Batam, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Batam, Wagiyem mengaku sistem zonasi ini akan membuat penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah menjadi lebih merata. Sekolah-sekolah unggulan tidak lagi dibuat kualahan terhadap tingginya antusiasme calon peserta didik.

“Ini kebijakan nasional dan harus kita jalankan, tentu ada sisi positifnya untuk sekolah, akan ada pemerataan siswa yangasuk sesuai dengan alamat domisilinya,” kata Wagiyem.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/kalimat/