Pendidikan

Mempertinggi Mutu Anggota Dan Membentuk Kader

Mempertinggi Mutu Anggota Dan Membentuk Kader

1)     Menetapkan minimum pengertian dan amalan agama yang perlu dimiliki oleh yiap-tiap anggota muhammadiyah.

2)     Memberi penghargaan setiap keluarga muhammadiyah dan anak muhammadiyah dan umat islam pada umumnya yang berjasa, “yang tua dihormati” yang muda disayangi”.

3)     Menuntun anggota menurut bakat dan kecakapannya (tani, buruh, pedagang, pegawai, cerdik pandai, dll) sesuai dengan ajaran islam.

4)     Menempatkan pecinta dan pendukung muhammadiyah berjenjang naik; simpatisan, calon anggota anggota dan anggota teras.

5)     Mengadakan kursus kemasyarakatan di daerah.

  1. Memperarat Ukhuwah.

1)     Mempererat hubungan antara sessama muslim menuju ke arah kesatuan umat islam.

2)     Mengadakan ikatan yang nyata, umpamanya berjama’ah, himpunan berkala, ta’ziah dsb.

3)     Mengadakan badan ishlah untuk :

  1. a)Sebagai penghubung bilamana ada kertakan
  2. b)Mencegah hal-hal yang akan menimbulkan kerusakan
  3. c)Menghindarkan dan menjauhkan segala hal yang dapat menimbulkan perselisihan dan persengketaan.
  4. Menuntun Penghidupan Anggota.

Membimbing usaha keluarga muhammadiyah yang meliputi segenap persoalan-persoalan, penghidupan dan pencarian nafkah dan menyalurkannya kepada saluran yang menuju kearah kesempurnaan.

  1. Khittah Perjuangan Muhammadiyah 1969 (Khittah Ponorogo)

Khittah perjuangan muhammadiyah 1969 dirumuskan pada sidang tanwir muhammadiyah tahun 1969 di ponorogo, jawa timur pada periode kepemimpinan KH AR (Abdul Razaq) Fahrudin. Khittah ponorogo pada dasarnya menjelaskan dan menegaskan kepada seluruh warga negara Indonesia bahwa muhammadiyah adalah organisasi dakwah islam yang bekerja dalam bidang kemasyarakatan. Berikut merupakan penetapan khittah pada periode ini:

  1. Pola Dasar Perjuangan
  2. Muhammadiyah berjuang untuk mencapai atau mewujudkan suatu cita-cita dan keyakinan hidup, yang bersumber ajaran Islam.
  3. Da’wah Islam dan amar m’aruf nahi munkar dalam arti dan proporsi yang sebenar-benarnya sebagaimana yang dituntunkan oleh Muhammad Rasulullah saw. adalah satu-satunya jalan untuk mencapai cita-cita dan keyakinan hidup tersebut.
  4. Da’wah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar seperti yang dimaksud harus dilakukan melalui 2 (dua) saluran atau bidang secara simultan:

3.1.   Saluran politik kenegaraan (politik praktis)

3.2.   Saluran masyarakat.

sumber :