Umum

Macam-macam Haji

Macam-macam Haji

Macam-macam haji sebagai berikut[7]:

  1. Ifrad

Kata ifrad berarti menyendiri. Pelaksanaan ibdah haji disebut ifrad apabila seseorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan ibadah haji maupun umrah, tidak melakukan keduanya sekaligus. Jadi umrah sebagai ibadah sunat saja. Dalam pelaksanaannya, ibadah yang pertama  dilakukan adalah ibadah haji hingga selesai, kemudian baru ibadah umrah sampai selesai.

  1. Tamattu’,

Kata tamattu’ berarti bersenang-senang atau bersantai-santai. Bila dikaitkan dengan ibadah haji, tamattu’ ialah melaksanakan ihram untuk melaksanakan umrah di bulan-bulan haji. Setelah seluruh amalan umrah selesai, langsung mengerjakan ibadah haji. Dinamakan haji tamattu’, karena melakukan dua ibadah (haji dan umrah) di bulan-bulan haji dalam tahun yang sama tanpa kembali ke negeri asalnya  terlebiih dahulu.

  1. Qiran

Kata qiran dapat diartikan dengan menyertakan atau menghubungkan. Adapun dalam terminologi fikih, haji qiran ialah pelaksanaan ibadah haji dan umrah sekaligus dan dengan satu niat.

Rukun dan Wajib haji

Rukun haji adalah pekerjaan yang jika salah satu diant aranya dilalaikan, maka haji tersebut menjadi batal dan tidak bisa diganti dengan kaffarat dan fidyah.

Adapun rukun-rukun tersebut, ialah ;

  1. Ihram (niat) adalah berniat ketika memasuki haji. Niat ini adalah salah satu rukun pokok terpenting di antara rukun-rukun haji.
  2. Wukuf di Arafah, merupakan inti dari semua amalan-amalan haji.
  3. Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi ka’bah tujuh kali yang dimulai dai Hajar Aswad dengan mengkirikannya. Firman Allah QS. Al-Hajj : 29:

¢OèO (#qàÒø)u‹ø9 öNßgsWxÿs? (#qèùqã‹ø9ur öNèdu‘rä‹çR (#qèù§q©Üu‹ø9ur ÏMøŠt7ø9$$Î/ È,ŠÏFyèø9$# ÇËÒÈ

Artinya ; “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”

Macam-macam tawaf, yaitu ;

1)      Tawaf Qudum, yaitu tawaf ketika baru sampai yang hampir sama dengan shalat tahiyatul masjid ketika baru sampai di dalam masjid.

2)      Tawaf Ifadah, tawaf yang merupakan rukun haji.

3)      Tawaf Wada’, yaitu tawaf ketika akan meninggalkan Makkah.

4)      Tawaf Tahallul, yaitu penghalalan barang yang haram karena ihram.

5)      Tawaf Nazar, yaitu tawaf yang dinazarkan.

6)      Tawaf Sunat.

  1. Sa’i antara Safa dan Marwah, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil dari

bukit Safa menuju bukit Marwah dan sebaliknya.

  1. Mencukur rambut kepala (tahallul), minimal tiga helai rambut.

Selain rukun haji diatas, ada lagi yang disebut dengan wajib haji. Wajib haji ini jika tidak dilakukan dapat menggantinya dengan menyembelih hewan ternak sebagai dam (denda) dan ibadah haji tersebut tetap sah. Wajib haji itersebut adalah[8]:

  1. Ihram dari miqat (tempat yang ditentukan dan masa tertentu).
  2. Berhenti di muzdalifah sesudah tengah malam yaitu di malam hari raya haji sesudah hadir di padang Arafah.
  3. Melontar jumroh al-‘aqabah pada hari raya haji.
  4. Melontar ketiga jumroh. Jumroh yang pertama (jumroh al-ula), kedua (jumroh al-wusta), dan ketiga (jumroh al-‘aqabah) dilontar pada tanggal 11,12,13 bulan haji. Tiap-tiap jumroh dilontar dengan tujuh batu kecil yang waktunya sesudah tergelincir matahari pada tiap-tiap hari.
  5. Bermalam di Mina.
  6. Thawaf wada’ (thawaf ketika akan meninggalkan Makkah).
  7. Menjauhkan diri dari segala larangan atau yang diharamkan.
Pos-pos Terbaru