Pendidikan

LATAR BELAKANG PERJANJIAN RENVILLE

LATAR BELAKANG PERJANJIAN RENVILLE

LATAR BELAKANG PERJANJIAN RENVILLE

LATAR BELAKANG PERJANJIAN RENVILLE

Perjanjian Renville digelar pada tahun 1947 sampai 1948 yang dilakukan oleh Indonesia dengan Belanda, dimana perjanjian ini memuat beberapa hal penting karena adanya perbedaan pendapat antara Indonesia dan juga Belanda. Di saat yang sama dalam perjanjian ini Belanda bermaksud untuk memecah Republik Indonesia menjadi beberapa bagian.

Alasan Belanda ingin memecah Negara Indonesia adalah agar Belanda dapat menguasai beberapa wilayah Indonesia, tentu saja hal tersebut sangat merugikan bagi bangsa Indonesia. Apalagi hanya sedikit wilayah saja yang diakui Belanda sebagai daerah Republik Indonesia, hal ini membuat kondisi dan konflik semakin panas antara Indonesia dengan Belanda.

Akhirnya dengan adanya PBB sebagai pihak netral membuat perjanjian antara Indonesia dengan Belanda, tepatnya di kapal USS Reville milik Amerika serikat yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

ISI PERJANJIAN RENVILLE

1. BELANDA HANYA MENGAKUI BEBERAPA DAERAH SEBAGAI REPUBLIK INDONESIA

Dalam Perjanjian Renville terdapat beberapa kesepakatan antara Indonesia dengan Belanda, isi perjanjian yang pertama adalah diakuinya Indonesia sebagai negara yang merdeka. Namun Belanda hanya mengakui beberapa wilayah saja yang termasuk ke dalam NKRI, wilayah tersebut yaitu Yogyakarta, Jawa tengah, dan juga Sumatra.

Sedangkan di luar wilayah tersebut masih tidak diakui sebagai Negara Indonesia, dimana tentara Belanda tetap akan berada di daerah-daerah seperti Jawa barat, Jawa timur, Kalimantan, Sulawesi, dan juga Papua. Adanya wilayah yang masih belum diakui ini tentu saja menjadi salah satu kerugian yang diterima Indonesia, hal ini karena akan munculnya beragam konflik internal ataupun eksternal.

2. TERBENTUKNYA GARIS DEMARKASI

Isi dari Perjanjian Renville yang kedua adalah soal terbentuknya garis Demarkasi, garis ini sendiri merupakan garis yang memisahkan antara wilayah Belanda dan wilayah Indonesia. Disini Indonesia tidak boleh ikut campur terhadap daerah dil luar Demarkasinya, sehingga hal ini membuat Belanda lebih leluasa dalam memerintah daerah jajahannya.

Kerugian terbesar yang diterima oleh NKRI adalah garis demarkasi ini, disini Indonesia hanya bisa diam dengan Belanda yang masih menguasai beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan semua tokoh atau TNI harus menaati garis demarkasi ini dan tidak boleh masuk ke dalam daerah tersebut.

3. REPUBLIK INDONESIA SERIKAT

Belanda hanya akan mengakui kedaulatan Indonesia saat Indonesia menjadi negara serikat, hal ini tentunya sangat berbeda dengan tujuan dan misi dari Negara Indonesia itu sendiri. Namun mau tidak mau Indonesia harus mematuhinya agar perang tidak pecah, akhirnya Indonesia menjadi negara serikat walaupun hanya untuk sementara.

Belanda mendesak Indonesia agar segera membuat konstituante negara RIS dalam jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun. Sebelum Indonesia menjadi negara serikat, Belanda akan tetap berdaulat atas wilayah-wilayah kekuasaan Belanda yang ada di Indonesia.

Bahkan rencana pemilihan umum telah dibuat oleh Belanda untuk menekan Indonesia supaya segera melakukan pemilihan dalam pembentukan konstituante RIS. Namun hal ini ditentang oleh Indonesia dan Indonesia hanya membentuk negara serikat sementara saja, hal itu dilakukan dalam memenuhi isi Perjanjian Renville yang telah dilakukan dan disetujui oleh kedua pihak tersebut.

4. TNI HARUS DITARIK MUNDUR DARI JAWA BARAT DAN JAWA TIMUR

Perjanjian Renville yang terakhir adalah penarikan TNI dari wilayah yang tidak diakui oleh Belanda sebagai Republik Indonesia, beberapa diantaranya adalah pasukan TNI yang ada di Jawa barat dan juga Jawa Timur. Disini TNI tidak diperbolehkan untuk tinggal di daerah di luar wilayah yang diakui, hal ini menjadikan pengawasan terhadap daerah tersebut menjadi sangat lemah.

Banyak masyarakat dan juga TNI sendiri yang tidak setuju dengan keputusan ini, karena mereka tahu bahwa penarikan TNI akan berimbas sangat buruk bagi Indonesia. Apalagi daerah Jawa Barat dan Jawa Timur merupakan daerah atau wilayah yang sangat berperan penting terhadap sistem pemerintahan atau pusat perdagangan.


Sumber: https://muliasmartdetox.co.id/2020/04/24/root-call-blocker-pro-apk/