KURS RIIL

KURS RIIL

KURS RIIL

KURS RIIL
KURS RIIL

     Langkah awal dalam pengembangan teori PPP adalah dengan mengetahui konsep kurs riil. Kurs riil antar mata uang dari dua Negara merupakan rangkuman garis besar atas segenap harga relative barang dan jasa Negara yang satu terhadap barang dan jasa Negara lainnya. Kita perlu mengetahui karena prediksi pokok PPP menganggap kurs riil tidak pernah berubah, paling tidak secara permanen. Guna mengembangkan model yang dapat melukiskan kondisi sesungguhnya secara lebih akurat, kita perlu mengkaji secara sistematis berbagai kekuatan yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan dramatis dan permanen dalam kurs riil.

Sebagaimana telah kita saksikan, kurs riil itu penting bukan hanya Karena ia dapat mengkuantifikasilan penyimpangan dari PPP, tetapi juga konsep ini merupakan landasan analisis terhadap kondisi-kondisi penawaran dan permintaan makroekonomi dalam perekonomian terbuka. Kita harus membedakan suatu kurs riil (yang merupakan harga relative antara dua output) dengan kurs nominal (nominal exchange rate) yang merupakan harga relative antara dua mata uang. Namun pembahasan yang tidak memerlukan pembedaan khusus ini istilah “kurs” yang kita pakai akan mengacu pada pengertiannya sebagai kurs nominal.

Sebenarnya kurs riil merupakan gabungan angka kurs nominal dan tingkat harga. Oleh karena itu sebelum kita mendefinisikan kurs riil secara lebih terinci, kita perlu menjelaskan ukuran tingkat harga yang akan kita gunakan. Seperti biasa kita gunakan lambing PUS untuk tingkat harga Amerika Serikat dan PG untuk tingkat harga Jerman. Oleh karena itu kita tidak mengasumsikan adanya PPP absolute (ini kita lakukan dalam pembahasan mengenai pendekatan moneter), kita tidak perlu lagi berasumsi bahwa tingkat harga dapat diukur atas dasar komoditi acuan yang sama, baik di Amerika Serikat maupun Jerman. Karena kita juga akan menghubungkan analisis kita dengan factor-faktor moneter, kita memerlukan indeks harga masing-masing Negara yang dapat menjelaskan dengan baiik mengenai pembelanjaan apa saja yang memotivasi penduduknya melontarkan permintaan akan penawaran uangnya.

Memang tidak ada tingkat harga yang dapat melakukan fungsi tersebut secara sempurna. Betapapun kita harus memiliki suatu pedoman agar kita dapat mendefinisikan kurs riil secara formal. Pleh karena itu mari kita anggap saja PUSsebagai harga dollar dari sejumlah komoditi baku yang selalu dikonsumsikan setiap minggunya oleh segenap rumah tangga dan perusahaan Amerika. Begitu pula PG, yakni sebagai harga komoditi yang setiap minggu selalu dibeli oleh segenap rumah tangga dan perusahaan Jerman. Yang penting untuk diingat adalah bahwasannya tingkat harga Amerika Serikat mewakili sejumlah komoditi yang diproduksi dan dikonsumsikan di Amerika Serikat, sedangkan tingkat harga Jerman mewakili sejumlah komodity yang diproduksi dan dikonsumsikan di Jerman.

Setelah kita tetapkan komoditi acuan untuk mengukur tingkat harga, kini kita dapat mendefinisikan secara formal kurs riil dolar/DM, yang dilambangkanqS/DM, sebagai harga dollar relative dari komoditi Jerman terhadap Amerika. Jadi, bias dikatakan kurs riil itu adalah nilai dollar dari tingkat harga Jerman dibagi dengan tingkat harga Amerika atau secara simbolis.

Baca :