Pendidikan

Keterbatasan Promosi Penjualan

Keterbatasan Promosi Penjualan


Meskipun promosi penjualan merupakan strategi yang tepat bagi penjualan cepat, jangka pendek, dan hasil positif, promosi penjualan bukanlah jawaban bagi produk yang jelek, iklan yang maupun tim tenaga penjualan yang tidak efektif. Setelah seorang konsumen menggunakan kupon untuk membeli produk tertentu, produk tersebut haruslah segera disampaikan pada konsumen.

Promosi penjualan membawa beberapa konsekuensi negatif, terutama dari sisi pesaing yang mungkin akan menjiplak strategi yang diciptakan. Bahkan ada kemungkinan pesaing mengembangkan strategi yang lebih kreatif untuk menarik konsumen dan pedagang, karena tidak adanya hak cipta dalam promosi penjualan.

Sisi negatif lain adalah satu perusahaan memasukan kuon potongan harga khusus kedalam surat kabar Jawa pos misalnya, kupon tersebut tentunya ditujukan khusus kepada calon pelanggan baru. Namun ada kemungkinan kupon tersebut juga akan dimanfaatkan oleh pelanggan lama yang secara reguler telah menikmati kupon tersebut. Secara efektif perusahaan telah memberikan subsidi kepada pelanggan lama dan hanya menyentuh sebagian kecil pelanggan baru yang menjadi sasarannya. Untuk mengatasi masalah ini perusahaaan harus betul-betul yakin bahwa sasarannya tepat kepada pelanggan baru atau sejak awal memang perusahaan mengabaikan pelanggan yang sudah ada.

Hal negatif lainnya adalah ketika konsumen dan pengecer diberi harga murah tertentu. Biasanya konsuen sudah bisa memperkirakan bahwa pengecer akan menjual pada saat yang berbeda. penjual perantara (reseller) telah mempelajari strategi tersebut dengan melihat perilaku pesaingnya. Sebagai contoh, satu produk perusahaan akan dijual pada minggu ini dan produk lainnya akan dijual pada minggu berikutnya, dalam benak konsumen akan muncul pemikiran bahwa satu produk pada akhirnya akan dijual murah sehingga loyalitas konsumen akan dibiayai oleh produsen alih-alih penjual perantara.

E. Metode-metode Promosi Penjualan

Mengetahui bahwa dalam kenyataannya, teknik-teknik promosi penjualan tertentu cenderung memiliki siklus popularitas. Sebagai contoh, kupon berhadiah, apabila kupon berhadiah menjadi kurang popular, hampir setiap orang nampak tidak tertarik lagi. Tetapi pada suatu saat tentu akan menjadi alat promosi yang popular lagi. Demikian pula halnya dengan rabat atau potongan.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/