Pendidikan

Kelompok Primer

Kelompok Primer

Perasaan-diri seseorang juga sering ditarik ke pelbagai kelompok di mana dia menjadi bagiannya. Dalam kondisi seperti itu, mungkin cara berpikir atau berbicara tentang “keluarga saya”, “klub saya” atau “tetangga saya” akan diganti dengan “keluarga kami” atau “tetangga kami”. Seperti dikemukakan oleh Cooley, “diri kelompok” atau “we” tidak lain adalah “I” yang mencakupi orang lain. Dengan kata lain, orang tersebut telah mengidentifikasi dirinya dengan kelompok tertentu dan berbicara atas kemauan bersama, pandangan, pelayanan, atau yang lain-lainnya menurut “we” dan “us”.

Perasaan “we”, pengalaman antara kesatuan diri dan orang lain, mula-mula muncul dalam konteks kelompok primer. Cooley menggambarkan kelompok primer sebagai berikut:

“Kelompok primer saya artikan sebagai kelompok yang ditandai oleh persatuan (association) dan kerja sama tatap-muka yang bersifat intim. Kelompok itu disebut primer dalam beberapa pengertian, terutama sebagai dasar pembentukan sifat sosial dan ideal-idealnya individu. Hasil dari persatuan yang intim itu secara psikologis adalah suatu perpaduan tertentu dari kepribadian-kepribadian (individualities) kelompo, sehingga diri (seseorang), untuk banyak tujuan sekurang-kurangnya, menjadi cermin kehidupan dan tujuan bersama kelompok itu. Mungkin cara yang paling sederhana untuk menggambarkan keseluruhan ini adalah dengan mengatakan bahwa itulah “we”, yang mencakup jenis simpati dan pemahaman timbal-balik yang terjadi secara alamiah. Orang hidup dalam perasaan bersama dan menemukan tujuan-tujuan kehendaknya yang utama dalam perasaan itu”.

Contoh-contoh kelompok seperti itu adalah “keluarga, kelompok bermain anak-anak, dan kelompok tetangga atau komunitas orang dewasa”. Kelompok persahabatan dan banyak tipe kelompok kerja dapat ditambahkan dalam daftar ini.

Perlu dicatat di sini, kesatuan kelompok primer yang ditandai dengan cinta dan keharmonisan bukan berarti tidak memendam konflik. Kompetisi dan ingin menonjolkan diri antara yang satu dengan yang lain akan ditemui. Namun, dorongan-dorongan individualistis atau yang bersifat kompetitif ini sering diperlunak dan diperhalus oleh pemahaman simpatetis antar individu. Pemahaman simpatetis itulah, yang mendorong kesatuan pada kelompok itu. Dalam kondisi seperti ini, individu berkembang dan belajar mengungkapkan perasaan-perasaan sosialnya, seperti kesetiaan dan kerelaan untuk membantu dan bekerjasama antara yang satu dengan lain.

3. Dari Institusi Sosial ke Masyarakat Demokratis

Kelompok primer juga merupakan dasar bagi institusi sosial yang lebih besar, yang bersandar pada perasaan-perasaan dan ide-ide bersama yang digembleng melalui proses komunikasi antarpribadi. Dengan demikian, akan tercipta satu struktur sosial yang kokoh yang menjamin adanya keteraturan sosial (social order). Dalam hal ini, Cooley menegaskan:

“Suatu institusi hanyalah suatu tahap dari pikiran orang banyak (publik mind) yang bersifat mapan dan tegas, dia tidak berbeda dalam sifat dan pokoknya dari pandangan umum, meskipun yang sering kelihatan adalah bahwa dia memiliki suatu eksistensi tertentu dan bersifat independen, apalagi kita melihat sifat permanennya dan apalagi kita melihat kebiasaan-kebiasaan serta simbol-simbol di mana institusi itu berselubunng”.

Institusi mungkin memiliki suatu karakter yang nampaknya obyektif, yang kelihatan terlepas dari pandangan umum dan perasaan individu. Tapi kenyataanya, justru tak ada satupun struktur dan institusi serta pola normatifnya dalam masyarakat yang lepas dan keluar dari pikiran dan perasaan individu. Dengan demikian, masyarakat demokratis modern pun bertolak pikiran orang banyak dari seluruh masyarakat yang ditandai oleh perasaan kesatuan yang sama serta kehangatan emosional seperti pikiran kelompok dalam suatu kelompok primer. Begitulah impian Cooley.

D. Implikasi Pemikiran Charles Horton Cooley

Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa tekanan pemikiran Cooley berangkat dari usahanya untuk menemukan asal-usul sosial dengan pusat perhatian pada saling ketergantungan antara individu dan masyarakat, konsep diri, dan komunikasi antarpribadi sebagai dasar organisasi sosial, baik dalam bentuk kelompok primer sampai pada instisusi sosial dan masyarakat demokratis modern.Sumber :

https://duniabudidaya.co.id/android-8-1-otomatis-perbarui-simpanan-data/