Kelestarian Macan Tutul Perlu Pengawasan Intensif dan Restorasi Kawasan

Kelestarian Macan Tutul Perlu Pengawasan Intensif dan Restorasi Kawasan

Kelestarian Macan Tutul Perlu Pengawasan Intensif dan Restorasi Kawasan

Kelestarian Macan Tutul Perlu Pengawasan Intensif dan Restorasi Kawasan
Kelestarian Macan Tutul Perlu Pengawasan Intensif dan Restorasi Kawasan

BANDUNG–Suaka Margasatwa (SM) Gunung Sawal, Ciamis, Jawa Barat

masih layak menjadi habitat macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Demikian garis besar hasil penelitian yang dilakukan sebuah tim kolaboratif yang terdiri atas Balai Besar Konservasi Jawa Barat (BBKSDA Jabar), Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H), Taman Safari Indonesia (TSI), Forum Konservasi Macan Tutul Jawa (FORMATA), Conservation International (CI), Pemerintah Kabupaten Ciamis, Kader Konservasi Ciamis, dan didukung oleh Tierpark Berlin dan ZGAP.

Ketua FORMATA, Hendra Gunawan mengatakan, diperlukan langkah-langkah pengawasan dan restorasi kawasan agar tingkat kelayakan ini tetap terjaga dan semakin baik.

“Penelitian macan tutul jawa di Gunung Sawal ini berangkat

dari keprihatinan atas konflik macan tutul jawa dengan manusia yang kerap terjadi di sekitar kawasan tersebut,” ucap Hendra, di Aula Gedung Kesenian Kebun Binatang Bandung, Selasa (25/04).

Dalam diskusi bertema “Pembahasan Hasil Studi Populasi dan Habitat Macan Tutul Jawa dan Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Ciamis”, Hendra menyatakan, penelitian macan tutul jawa di Gunung Sawal ini dilakukan menyusul keprihatinan atas konflik macan tutul jawa dengan manusia yang kerap terjadi di sekitar kawasan tersebut.

“Tercatat 12 peristiwa konflik terjadi antara tahun 2003 hingga 2016

dan penelitian ini dilakukan sebagai dasar pengelolaan populasi dan mitigasi konflik macan tutul jawa,” jelasnya.

Hendra menyatakan, hasil penelitian FORMATA menunjukkan, kepadatan relatif macan tutul jawa di lokasi penelitian masih cukup bagus, yaitu 15,62 individu/100 km2 atau sama dengan satu individu per 6,4 km2. Daya jelajah macan tutul sendiri sekitar 6-8 km2/individu.

“Kepadatan populasi macan tutul jawa di SM Gunung Sawal ini tidak berbeda jauh dengan kepadatan populasi di kawasan hutan lainnya di Jawa Barat. Dengan luasan sekitar 54 km2, SM Gunung Sawal diperkirakan dapat dihuni hingga 8 individu,” tuturnya

 

Sumber :

https://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/mata-pelajaran/10973-materi-gelombang-elektromagnetik-dan-contoh-soalnya-lengkap