Pendidikan

Kejelasan dan kesenangan (clarity and fun)

Kejelasan dan kesenangan (clarity and fun)

Kejelasan dan kesenangan (clarity and fun)

Kejelasan dan kesenangan (clarity and fun)
Kejelasan dan kesenangan (clarity and fun)

Setiap topik yang menjadi pembelajaran sebaiknya disampaikan dalam atmosfer kejelasan dan kesenangan dari para siswa. Setiap pelaajaran dapat dibuat lebihatraktif dan menarik, jika guru bertanya dari waktu ke waktu dengan pertanyaan yang menantang berdasar pemikiran materi yang manadapat dijawab tanpa perhitungan.

Humor menolong untuk mengimprovisasikan atmosfer pembelajaran. Kata-kata lucuatau pertanyaan lucu yang diulang dengan keras oleh guru dapat membawa suasana relaks. Kelucuan yang menyangkut materi pelajaran selalu bisa dihadirkan, atau dapat juga menghadirkan anekdot lucu, asal tidak berlebihan.

  • Ulangan yang keras (exam’s sweat).

Buatlah ulangan yang terbaik yang para guru bisa lakukan namun jangan semuanya pembuktian. Ulangan itu harus membuat setiap siswa mengerti apa yang dimasalahkan dan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, dalam arti siswa tahu kemampuannya untuk memecahkan atau tidak masalah yang ditanyakan.

Bila guru telah menyiapkan kunci jawaban dan ingin mengumumkannya, maka siswa harus diberitahu saat ulangan bahwa kunci jawaban akan di pasang di papan pengumuman. Paling-paling waktu diumumkan para siswa berkomentar “ wah … terlambat”.

  • Akhir yang menyenangkan (happy end).

Dalam mengelola kelas atau lab sebagai guru yang baik, guru harus mampu membuat persiapan yang cermat, jangaan mentolerir kesalahan sedikitpun. Hanya saat guru relaks Ia dapat peduli untuk mengimplementasikan teknik pembelajaran yang berbeda dan mengelola kelas dengan suasana menyenangkaan, yang dapat meningkatkan kemampuannya sebagai guru.

Sesudah mampu tampil di depan kelas dengan baik sebagai one-man show, guru dapat menulis naskah tentang pembelajaran atau pengalaman keterampilan mengajarnya. Barangkali bersama komite/musyawarah guru-guru meninjau dan mengevaluasi kurikulum atau silabus.

KESIMPULAN

Artikel ini memasalahkan tema aktual yang dialami guru-guru Fisika pada umumnya, terutama yang memiliki pengalaman belum lama yaitu kurangnya abilitas dan kapabilitas menyampaikan pembelajaran di dalam kelas. Pengelolaan kelas dari persiapan jauh sebelumnya mengenai materi pelajaran dan persiapan 5 menit sebelum proses pembelajaran dimulai, saat tampil selama proses pembelajaran, maupun sesudahnya banyak dikupas artikel ini dengan tepat dan banyak ditambahkan yangsesuai pengalaman penulis artikel. Namun di lain pihak artikel ini tidak membahas teknik pembelajaran topik per topik dari materi pembelajaran Fisika. Hal mana dirasa perlu karena masing-masing materi konsep Fisika memerlukan teknik instruksionaal atau pembelajaran yang tepat.

Pada dasarnya artikel ini bukan hasil penelitian yang kesimpulannya ditarik dari data-data yang diolah, melainkan artikel konseptual yang didasarkan pada pengalaman penulis yang mempunyai jam terbang cukup lama di bidangnya. Dengan demikian di beberapa bagian artikel ini terkesan subyektif, dan belum tentu cocok dapat dilakukan di tempat yang berbeda, oleh orang yang berbeda.

Sumber : https://aziritt.net/