Kedudukan Harta dalam Al-Quran dan Sunah & Fungsinya

Kedudukan Harta dalam Al-Quran dan Sunah & Fungsinya

Kedudukan Harta dalam Al-Quran dan Sunah & Fungsinya

Kedudukan Harta dalam Al-Quran dan Sunah & Fungsinya
Kedudukan Harta dalam Al-Quran dan Sunah & Fungsinya

Kedudukan Harta dalam Al-Quran dan Sunah

a. Dalam Al-Quran

1. Harta sebagai fitrah
Artinya : “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan. Dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun : 15)

2. Harta sebagai perhiasan hidup
Artinya :“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.” (QS. Al-Kahfi : 46)

3. Harta untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai kesenangan

Artinya :“(Dijadikan) indah menurut pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”
(QS. Ali Imran : 14)

b. Dalam As-Sunah

1. Kecelakaan bagi penghamba pada harta :
“Celakalah orang yang menjadi hamba dinar (uang), orang yang menjadi hamba dirham, orang yang menjadi hamba toga atau pakaian, jika diberi, ia bangga, bila tidak diberi ia marah, mudah-mudahan dia celaka dan merasa sakit, jika dia kena suatu musibah dia tidak akan memperoleh jalan keluar.” (HR. Bukhari)

2. Penghambat harta adalah orang terkutuk. Artinya :
“Terkutuklah orang yang menjadi hamba dinar dan terkutuk pula orang yang menjadi hamba dirham.” (HR. Tirmidzi)

Fungsi Harta

Fungsi harta bagi manusia sangat banyak. Harta dapat menunjang kegiatan manusia, baik dalam kegiatan yang baik maupun yang buruk. Oleh karena itu, manusia selalu berusaha untuk memiliki dan menguasainya. Tidak jarang dengan memakai beragam cara yang dilarang syara’ dan hukum negara, atau ketetapan yang disepakati oleh manusia.
Biasanya cara memperoleh harta, akan berpengaruh terhadap fungsi harta. Seperti orang yang memperoleh harta dengan cara mencuri, ia memfungsikan harta tersebut untuk kesenangan semata, seperti mabuk, bermain wanita, judi, dan lain-lain. Sebaliknya, orang yang mencari harta dengan cara yang halal, biasanya memfungsikan hartanya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Baca Juga: Rukun Islam

Dalam pembahasan ini, akan dikemukakan fungsi harta yang sesuai dengan ketentuan syara’, antara lain untuk :
1. Kesempurnaan ibadah mahzah, seperti shalat memerlukan kain untuk menurut aurat,
2. Memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. sebagai kefakiran mendekatkan kepada kekufuran,
3. Meneruskan estafeta kehidupan, agar tidak meninggalkan generasi lemah (QS. An-nisa’:9)
4. Menyelaraskan antara kehidupan dunia dan akhirat, Rasulullah SAW. bersabda :
“Tidaklah seseorang itu makan walaupun sedikit yang lebih baik daripada makanan yang ia hasilkan dari keringatnya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah, telah makan dari hasil keringatnya sendiri.” (HR. Bukhari dari Miqdam bin Madi Kariba)
Dalam hadis lain dinyatakan :
“Bukanlah orang yang baik bagi mereka, yang meninggalkan masalah dunia untuk masalah akhirat, dan meninggalkan masalah akhirat untuk urusan dunia, melainkan seimbang di antara keduanya, karena masalah dunia dapat menyampaikan manusia kepada masalah akhirat.” (HR. Bukhari)
5. Bekal mencari dan mengembangkan ilmu,
6. Keharmonisan hidup bernegara dan bermasyarakat, seperti orang kaya yang memberikan pekerjaan kepada orang miskin.