Kandang adalah

Kandang adalah

Kandang adalah

Kandang adalah
Kandang adalah

Meskipun kenyataannya kerbau banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis’

kerbau tidak mempunyai ketahanan tinggi terhadap panas dalam arti fisiologis. Kerbau akan menderita stres jika dibiarkan lama di bawah sinar matahari langsung, atau jika bekerja pada waktu matahari panas. Karena faktor ini, kandang sapi dan kerbau di ling-kungan laboratorium serupa jika ruangan yang tersedia terbatas.

Jika untuk kandang sapi dan kerbau hanya tersedia tempat kecil periu dibangun kandang yang kuat, beratap dan mempunyai lantai beton. Meskipun hewan-hewan ini mungkin menurut dan mudah di-tangani, paling baik dibuatkan Kandang cukup besar dan aman sehing-ga hevvan dapat berjalan bebas di dalam kandang dan tidak harus diikat. Atap diperlukan untuk bernaung, tetapi sisinya harus terbuxa untjk memperoleh ventilasi baik. Lantai harus dari beton sehingga mudah di-bersihkan tiap hari.

Jika tempat luas cukup tersedia, sapi dan kerbau dapat ditempat-kan di luar samasckali. Totapi satu hektar hanya cukup untuk 4 atau 5 ekor dan ada masalah serupa seperti telah ditekankan pada domba dan kambing yaitu terkumpulnya telur dan larva parasit dalam. Hampir’ dapat dipastikan bahwa kerbau juga akan membuat kabangan dan ini akan mengurangi tersedianya gembalaan. Tempat^ernaung juga harus disediakan, baik dengan pohon besar maupun dengan membangun tem-pat bernaung terbuka.

Seperti domba dan kambing, diperlukan pemeliharaan dan higiene, dengan stanidar sangat tinggi jika bedah percobaan akan diJakukan pada sapi atau kerbau, atau jika akan diternakkan di lembaga penelitian.

 

Alat-alat Makan dan Minum

Peralatan makan dan rninum untuk sapi dan kerbau mirip dengan yang telah diuraikan untuk domba dan kambing pada Bab 9, tetapi peralatan: seperti itu harus lebih besar dan kuat. Air bersih dan Legar harus tersedia setiap waktu. Sapi dan kerbau setiap hm perlu minum banyak air dan konsumsi meningkat jika sedang menyusui

 

Makanan

Seperti disebutkan pada bab sebelumnya, keperluan makana’n sapi sangat mirip dengan domba dan kambing. Kerbau sering diberi makan dengan kualitas lebih buruk dibanding dengan untuk sapi dan kerbau tampaknya dapat- tumbuh baik digembalaan jelek. Tetapi kerbau cepat memberi respon jika sedikit konsentrat ditambahkan pada rumput kasar yang biasa dimakan dan terutama hasil susu dapat me­ningkat dengan jelas.

Idealnya, makanan harus tersedia untuk sapi dan kerbau secara tidak terbatas. Sebagai ancar-ancar kasar, seekor hewan dengan berat kira-kira 500 Kg makan 20-25 Kg rumput gajah segar tiap hari, atau jika hijauan kering diperlukan 4—5 Kg tiap hari. Banyaknya makanan tiap ekor harus diperhatikan benar-benar sehingga jika perlu keperluannya tiap hari dapat ditambah atau dikurangi.

 

Menguasai dan Identifikasi

Meskipun sapi mungkin sukar diduga dan sukar ditengarani, masalah utama untuk memegang sapi dan kerbau di laboralorium semata-mata berkaitan dengan besar dan kekuatannya. Lain masalah bisa timbul jika orang tidak berpengalaman menangani hewan besar ini. Jika mungkin, paling baik memilih orang yang telah mempunya pengalaman sebelumnya di desanya sendiri.

Jika akan mengambil darah atau sampel secara teratur, satu-satunyu cara yang benar-benar mumuaskan dan aman untuk mcnguasai huwan ini adalah dtngan menggunakan alat pcnjepit mekanik. Alat ini mahal dan hanya dianjurkan jika penggunaan untuk jenis ini penting di suatu lembaga. Alat penjepit yang memadai dilukiskan pada Gambar 10.1.

 

Jika alat penjepit tidak tersedia, sapi dan kerbau dapat dikuasai dengan menggunakan tambang. Suatu cara “menjatuhkan” hewan yang mudah adalah dengan tambang panjang. Kepala hewan diikat pada tonggak pagar yang kuat. Tambang harus cukup panjang sehingga hewan “enak” jika jatuh di tanah. Satu ujung tambang diiikatkan di kepa­la atau tanduk. Tambang kemudian dililitkan melingkari tubuh dua kali, sekali di belakang bahu dan sekali di depan sendi lutut (melingkari perut). Tambang ditarik kuat-kuat dan mantap ke belakang dan hewan akan jatuh pelan-pelan. Hewan akan tetap tenang di tanah selama tam­bang tetap tegang dergan ditarik. Hewan dapat dibuat tidak bergerak dengan mengikat kaki depan dan belakang, kemudian mengikatkan pada kepala nailer.

ldentifikasi masing-masing hewan biasanya tidak menjadi masalah karena biasanya hewan yang dipakai hanya sedikit. Tetapi, jika diperlukan dapat digunakan anting telinga Jari plastik. atau tanduk dapat diberi nomor dengan besi panas.

 

Cara Menternakkan

Sapi dan kerbau jarang diternakkan di lembaga penelithn. Keseluruhannya sangat mahal karena biaya tinggi untuk memberi makan selama kebuntingan yang panjang. Sapi mungkin lebih mudah diternak­kan karena dapat menggunakan inseminasi buatan. Jadi tidak harus memelihara pejantan sendiri

Estrus pada sapi mudah diketahui jika orang mengenal tingkah-laku normal hewan ini. Sapi sedang estrus sedikit tidak tenang, lebih sering kencing dibanding biasanya dan akan menaiki sapi lain. Ovulasi terjadi kira-kira 10—11 jam sesudah ternuhi: estrus sehingga jika sapi diketahui sedang estrus pada pagi hari, inseminasi dilakukan pada sore hari. Jika estrus terlihat pada sore hari diinseminasi pada hari berikutnya. Air mani tersedia dipusat inseminasi buatan.

Estrus pada kerbau lebih sukar diketahui dibanding pada sapi dan kalau dipakai inseminasi buatan tingkat konsepsi tampuknya agak rendah. Jika akan mengawinkan, seekor atau beberapa ekor betina ha­rus dikandangkan semalam dengan pejantan. Cara ini berlangsung sangat baik karena dalam keadaan alami umumnya perkawinan terjadi pada malam hari.

Anak sapi dan kerbau dapat dipisahkan dari induknya segera sesudah lahir, dan kemudian dipelihara sendiri. Anak sapi dan kerbau harus memperoJeh kolostrum untuk beberapa hari pertama dan sesudah itu dapat diberi minum susu atau makanan pengganti susu. Cara lain, pedet dapat dipelihara penuh bersama induknya dan kemudian biasa-nya disapih pada umur 6- 8 bulan.

Sumber : https://nashatakram.net/tata-cara-penulisan-unsur-serapan/