Jokowi Diminta Segera Terbitkan Perpres Pembatalan Full Day School

Jokowi Diminta Segera Terbitkan Perpres Pembatalan Full Day School

Jokowi Diminta Segera Terbitkan Perpres Pembatalan Full Day School

Jokowi Diminta Segera Terbitkan Perpres Pembatalan Full Day School
Jokowi Diminta Segera Terbitkan Perpres Pembatalan Full Day School

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan 13 Ormas Islam

lain menolak penerapan full day school yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj pun mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk membatalkan Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang lima hari sekolah.

“Kami mengapresiasi langkah pemerintah yang katanya membatalkan

Permendikbud dan menggantinya dengan Perpres. Namun kami menunggu bukti nyata bahwa Permen itu telah dibatalkan, karena Mendikbud masih bersikeras menjalankan Permen yang konon sudah dibatalkan itu,” kata Said Aqil di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (7/7/2017).

Sebelumnya, Jokowi dikabarkan tengah menyiapkan penebitan Perpres tersebut. Sementara menunggu aturan itu terbit, Muhadjir akan tetap menjalankan kebijakan full day school mulai tahun ajaran 2017-2018.

Said melanjutkan, jika full day school diterapkan, tidak ada waktu bagi anak-anak

untuk belajar agama di madrasah. Hal ini dianggap berbahaya sebab proporsi pendidikan agama di sekolah tidak memadai untuk pengembangan spiritual anak.

“Anak-anak sudah tidak ada lagi kesempatan untuk belajar agama di madrasah. Ini sangat berbahaya, 2 jam satu minggu itu tidak bisa mengganti pendidikan agama di madrasah,” ujarnya.

Di seluruh Indonesia, sambung Said, ada setidaknya 76 ribu madrasah yang menampung 9 juta siswa. Keberadaan lembaga pendidikan agama tersebut terancam tiada jika full day school diterapkan.

“Sampai kapan pun saya tidak ada dialog, tidak ada diskusi, tidak ada tawar-menawar, harus dibatalkan,” pungkas Said.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21233/fungsi-sitoplasma