Islam dan Pancasila di Indonesia

Islam dan Pancasila di Indonesia

Islam dan Pancasila di Indonesia

Islam dan Pancasila di Indonesia
Islam dan Pancasila di Indonesia

Berangkat dari sebuah hadits rosulullah S.A.W :“islam ialah hendaklah engkau bersaksi tiada tuhan yang haq disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Allah jika engkau mampu mengerjakannya.” hadits ini juga diperkuat dengan hadits riwayat imam muslim: “Sufyan bin Abdullah berkata,Ya Rasulullah, terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain. Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Ikrarkanlah (katakan): Aku beriman kepada Allah, kemudian berlakulah jujur (istiqomah)”.

Penjelasan

Sesungguhnya islam ialah agama yang haq, didalamnya terdapat hukum-hukum atau peraturan-peraturan yang mengatur manusia mulai dari bangun tidur sampai bangun negara, semua tercantum dalam buku aturan hidup yakni Al-Qur’an. Dalam tatanan politik islam adalah khilafah. Khilafah ialah sistem dimana suatu pemerintahan dipimpin oleh seorang kholifah. Manusia merupakan kholifah tuhan dimuka bumi, dan sebagai seorang kholifah maka tugas hidupnya adalah melaksanakan dan menegakkan segala peraturan yang telah diterapkan oleh allah baik yang jelas ter-nash secara rinci ataupun global dalam buku aturan hidup(al-qur’an). Pada hakikatnya sumber pemerintahan islam ialah al-qur’an dan hadits, selain dua hal tersebut islam menggunakan beberapa sumber lainnya, salah satunya adalah ijma’ dan qiyas.

Masuknya Islam

Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7M. Jauh sebelum penjajah datang, islam terus berkembang dan mempengaruhi sistem politik. Pendapat ini berbeda dengan catatan belanda yang mengatakan bahwa islam baru masuk pada abad ke 13M. Perbedaan ini diduga disengaja untuk memperkecil peranan islam di Indonesia. Penyebaran islam disebarkan oleh para saudagar yang singgah di Indonesia. Letak wilayah Indonesia yang strategis membuat Indonesia menjadi trade center, dalam hal ini selain dipengaruhi oleh letak geografis juga dipengaruhi oleh kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Belanda, melihat perkembangan Indonesia membuatnya menjadi iri hati dan bermaksud menjajah(menguasai) Indonesia. Dalam kurun waktu 3,5 abad Indonesia berada di bawah kekuasaan Belanda, berpindah tangan dari Belanda, Indonesia jatuh ketangan jajahan Jepang.

Menurut Abikusno “pendudukan Jepang di Indonesia lebih baik dalam memperlakukan hukum islam daripada masa pendudukan Belanda.” Belanda menjalankan kebijakan politik yang memperlemah kedudukan islam. Sedangkan Jepang sebaliknya, salah satu kebijakan Jepang ialah membiarkan berdirinya ormas-ormas islam, contoh : muhammadiyah, nahdatul ulama. Tepat pada tanggal 29 Mei-1 Juni BPUPKI meminta kepada para anggotanya untuk memberi pandangan umum tentang dasar negara.

Mekanisme pembentukan dasar negara

a. Moh yamin memberikan usulannya tentang dasar negara dalam 5 butir :

1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan
3. Peri ketuhanan
4. Peri kerakyatan
5. Kesejahteraan rakyat

b. Hari ketiga disampaikan oleh Dr. Soepomo :

1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

c. Tepat tanggal 1 Juni giliran Ir. Soekarno yang menyampaikan usulannya, Soekarno pula yang secara harfiah memberi sebutan “pancasila” yang tertuah dalam 5 butir :

5 Butir Pnacasila

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme, atau peri kemanusiaan
3. Mufakat, atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Baca Juga: