Agama

Hubungan Uang dengan Modal dalam Perspektif Ekonomi Islam

Hubungan Uang dengan Modal dalam Perspektif Ekonomi Islam

Hubungan Uang dengan Modal dalam Perspektif Ekonomi Islam

 

Hubungan Uang dengan Modal dalam Perspektif Ekonomi Islam
Hubungan Uang dengan Modal dalam Perspektif Ekonomi Islam

 

Arti Modal

Modal (capital) mengandung arti barang yang dihasilkan oleh alam atau buatan manusia, yang diperlukan bukan untuk memenuhi secara langsung keinginan manusia tetapi untuk membantu memproduksi barang lain yang pada gilirannya akan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara langsung dan menghasilkan keuntungan.secara fisik terdapat dua jenis modal yaitu fixed capital ( modal tetap ) dan circulating capital ( modal yang bersirkulasi ). Fixed capital contohnya seperti gedung-gedung, mesin-mesin atau pabrik-pabrik, mobil dan lain-lain; yaitu benda-benda yang ketika manfaatnya di nikmati, eksetensi substansinya tidak berkurang. Adapun circulating capital itu seperti bahan baku, uang, dan lain-lain yaitu benda-benda yang ketika manfaatnya dinikmati, subtintasinya juga hilang.

Perbedaan

Perbedaan keduanya dalam sayri’ah dapat kita lihat sebagai berikut. Modal tetap pada umumnya dapat di sewakan tapi tidak dapat di pinjamkan(khard). Adapun modal sirkulasi yang bersifat konsumtis dan bisa di pinjamkan tetapi tidak dpat di sewakan. Hal itu di sebabkan karena ijaroh dalam islam hanya dapat di lakukan kepada benda-benda yang memiliki karakteristik subtansinya dapat di nikmati secara terpisah atau sekaligus. Ketika sebuah barang di sewakan,maka manfaat barang tersebut di pisahkan dari pemiliknya. Ia kini di nikmati oleh penyewa namun status kepemilikannya tetap pada si pemiliknya. Ketilka masa seha sudah berakhir,barang tersebut di kembalikan kepada si pemiliknya dalam keadaan utuh seperti sedia kala.

Uang tidak memiliki sifat seperti ini ketika seseorang menggunakan uang, maka jumlah uang itu habis dan hilang. Lalu ia menggunakan uang tersebut dari pinjaman,maka ia menanggung hutang sebesar jumlah yang di gunakan dan harus mengembalikan dalam jumlah yang sama(mits) bukan substansinya(‘ain).

Kesimpulan

Dari uraian di atas nyatalah bahwa barang modal yang masuk dalam kategori tetap,seperti kendaraan,mobil,bangunan,kapal,dll akan mendapatkan return orn capital dalam bentuk upah dari penyewaan jika transaksi yang di gunakan adalah ijaroh(sewa menyewa). Di samping itu,barang-barang modal ini dapt juga mendapatkan return on capital dalam bentuk bagian dari laba(profit) “jika transaksi yang di gunakan adalah musyarakah atas dasar kaidah suatu barang yang dapat di sewakan,maka barang tersebut dapat di lakukan musyarokah atasnya”. Ini telah di lakukan oleh kaum muslimin dari zaman dahulu misalnya dalam transaksi muzaraah. Dalam akad ini si pemilik tanah menyediakan tanah untuk di garap oleh penanam (petani penggarap). Keuntungan yang di hasilkan oleh usaha ini di bagi 2 sesuai dengan kesepakatan,misalnya 50%-50%.

Baca Juga: