Pendidikan

FASE TANAM

FASE TANAM

  1. Pemilihan Bibit

v  Pilih bibit seragam, sehat, kuat dantumbuh mulus

v  Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur21 – 30 hari)

 

  1. Cara Tanam

v  Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.

v  Plastik polibag dilepas

v  Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki. 3. Pengamatan Hama

  1. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)

v  Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanamanatau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.

v  Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 :250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 – 4minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA =(500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.

v   Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.

v  Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 – 30 hr.

 

 

  1. FASE PANEN DAN PASCA PANEN

  2. Pemanenan
  • Panen pertama sekitar umur 60-75hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandinganseperti diatas, dosis 500 cc/ph
  1. Cara panen :
  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
  • Simpan ditempat yang teduh

sumber :

https://thesrirachacookbook.com/seva-mobil-bekas/