Umum

Fakta Mengapa Pria Harus Mencari Istri yang Cerdas

Fakta Mengapa Pria Harus Mencari Istri yang Cerdas

Fakta Mengapa Pria Harus Mencari Istri yang CerdasFakta Mengapa Pria Harus Mencari Istri yang Cerdas

Mungkin Ibu belum tahu sebuah fakta, fakta bahwa pencapaian saya selama ini adalah sebagian besar darinya. Ada yang bilang cari suami yang pintar, agar mendapat keturunan yang pintar juga. Ada yang bilang cari Istri yang pintar, karena Istri yang mengandung si anak. Mana yang benar ? Bukankah kedua orangtua kita sama-sama menyumbangkan salah satu dari dua kromosom sex-nya? Apakah sebenarnya yang mempengaruhi kecerdasan itu ? Apakah kecerdasan diturunkan atau merupakan hasil dari pengaruh lingkungan ?

Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang.

Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre dalam acara Optimalisasi Peningkatan Intelegensia Otak di GKBI, Jakarta (10/9/2009).

Sebenarnya hubungan antara kecerdasan anak dengan ibunya bisa dilihat secara alamiah ketika ibu baru melahirkan. “Bayi bisa mencari puting susu ibunya sendiri, itu sudah jadi pertanda,” ujar Adre.

Bayi menangis jika mengompol juga bisa jadi pertanda bahwa kecerdaasn ada hubungannya dengan ibu. Hormon oxytocin yang dikeluarkan pada saat ngompol sama dengan hormon yang terdapat pada area kawanitaan ibu. “Itu mengapa jika daerah kewanitaan itu dirangsang, akan muncul perasaan enak dan senang, ” tutur Adre.

Oleh karena itu, memakai pampers biasanya membuat seorang anak tumbuh menjadi egois. “Bayi yang sering pakai pampers, cenderung memiliki rasa empati yang kurang karena jarang menangis dan bagian otaknya tidak terlatih untuk merasakan empati,” tutur Adre.

Otak setelah lahir memiliki kemampuan berkembang yang cepat. Penglihatan lebih dulu berkembang daripada pendengaran dan separuh perkembangan intelektual seseorang berlangsung di bawah usia 4 tahun.

 

Sumber: https://bingkis.co.id/ilmuwan-as-berhasil-ubah-gen-embrio-manusia/