Dorong Arus Ekonomi Baru, IPB Berdayakan Santri Nusantara

Dorong Arus Ekonomi Baru, IPB Berdayakan Santri Nusantara

Dorong Arus Ekonomi Baru, IPB Berdayakan Santri Nusantara

Dorong Arus Ekonomi Baru, IPB Berdayakan Santri Nusantara
Dorong Arus Ekonomi Baru, IPB Berdayakan Santri Nusantara

Potensi pondok pesantren dan santri sangat besar. Mereka bisa menjadi instrumen penting dalam menggerakan roda perekonomian negara. Dengan catatan, ada road map yang jelas ihwal bagaimana meningkatkan kompetensi dan skill para santri.

Berangkat dari hal itu, tiga lembaga menggelar kegiatan bertajuk ‘Pelatihan dan Magang, Teknik dan Manajemen Budidaya Laut Sea Farming untuk santri, Senin (11/3) pekan lalu. Kegiatan merupakan tindak lanjut dari MoU tiga lembaga. Yakni Lembaga Forum Zakat (FoZ), Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), dalam hal ini PKSPL LPPM.

Pelatihan yang berlangsung di Gedung EDTC PKSPL LPPM

IPB itu diikuti oleh 20 santri yang berasal dari 10 pesantren di wilayah Jawa Barat. Kegiatan pelatihan dibagi menjadi 2 tahap . Pertama pemberian materi selama 4 hari dan magang kerja selama 2,5 bulan di Balai Sea Farming PKSPL LPPM IPB yang berada di Kepulauan Seribu.

Pengurus FoZ, Agus Budiyanto mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan implementasi dari salah satu prinsip yang dianut oleh FoZ yaitu Sinergi. Dalam mewujudkan prinsip ini FoZ sudah bekerjasama dengan Lembaga-lembaga lain.

“Termasuk perguruan tinggi dan akan terus mendukung kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat,” ujar dia melalui siaran tertulisnya, Senin (18/3).

Senada, Sekretaris KMSN Faturrahman mengungkapkan bahwa lembaga mendukung penuh gerakan arus baru ekonomi Indonesia. Termasuk menjadikan pesantren yang merupakan Lembaga Pendidikan yang tersebar luas di Indonesia.

“Pondok pesantren dan santrinya adalah penggerak utama

arus baru ekonomi Indonesia,” jelas dia.

KMSN berharap para santri peserta pelatihan ini menjadi agen-agen handal yang dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatnya. “Minimal bisa ditularkan ke pesantren masing-masing demi mewujudkan suksesnya arus baru ekonomi Indonesia” ujar Faturrahman.

Sementara itu Rektor IPB Arif Satria mengingatkan para santri bahwa sejarah Indonesia memperlihatkan bagaimana para pengusaha lokal di Pekalongan, dapat memberikan beasiswa kepada para pemuda untuk mendapatkan pendidikan di pesantren.

“Sejarah juga membuktikan para santri ini menjadi tokoh-tokoh nasional y

ang memebrikan sumbangsih besar dalam pembangunan Indonesia saat ini,” jelas Arief.

Dijelaskan Arief, IPB sebagai Lembaga pendidikan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, mendukung kegiatan pelatihan seperti ini. Dia berharap para santri dapat menjadi entrepreneur handal yang dapat memberikan sumbasih bagi bangsa dan negara. “Semoga bisa meniru para penduhulu kita sebelumnya,” tutup Arief.

Terakhir kepala LPPM IPB Dr. Aji Hermawan memberikan gambaran kepada para santri bahwa inovasi-inovasi yang ada seringkali muncul dari pengguna (user). Alias tidak selalu peneliti.

“Maka dari itu kami berharap agar para santri tidak minder dan percaya bahwa mereka memiliki potensi yang besar untuk berkembang,” pungkasnya.

 

Baca Juga :