Disdik Jamin Sistem Zonasi Untungkan Siswa

Disdik Jamin Sistem Zonasi Untungkan Siswa

Disdik Jamin Sistem Zonasi Untungkan Siswa

Disdik Jamin Sistem Zonasi Untungkan Siswa
Disdik Jamin Sistem Zonasi Untungkan Siswa

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor kembali menjamin sistem Zonasi dalam Pelaksanaan

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 menguntungkan bagi siswa dan orang tua murdinya. Karena, melalui sistem zonasi ini jarak tempuh siswa ke sekolah lebih dekat. “Sangat menguntungkan. Dengan sistem zonasi ini anak dapat lebih terpantau oleh orang tua murid,” kata Sekretaris Panitia PPDB Kota Bogor, Jajang Koswara.

Menurutnya, sistem zonasi ini pun sudah sesuai dengan mekanisme dan juklak juknis yang berlaku di Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 dan Perwali tentang PPDB. Bahwa, kriteria utama dalam penerimaan siswa adalah zonasi atau jarak antara rumah dengan sekolah, berlaku mulai dari tingkat SD sampai SMA. “Namun untuk SD ada pertimbangan pertama yaitu usia peserta didik dimana minimalnya itu enam tahun, kemudian yang usianya tujuh tahun keatas diharuskan untuk bersekolah, baru setelah itu zonasi,” ucapnya.

Sedangkan, Jajang melanjutkan, untuk tingkat SMP nilai zonasinya sebesar 20, 15, 10 dan 5.

Nilai itu diberikan tergantung zonasi tempat tinggal mereka dengan sekolah yang dituju. “Setiap anak mempunyai nilai zonasi yang sama, tinggal mereka memilih mau ke sekolah yang mana yang letaknya lebih dekat kerumah, bahkan dengan sistem online yang diberlakukan mempermudah masyarakat, mengingat mereka bisa daftar dari mana sajam,” imbuhnya.

Untuk itu, ia berharap semua masyarakat tetap bisa bersekolah meski di sekolah negeri maupun swasta

. Karena, hal yang paling utama adalah masyarakat tetap mengenyam pendidikan hingga Kelas 12 atau lulus di jenjang SMA. “Kami berharap orang tua murid dapat menerima jika anaknya tidak bisa terakomodir di sekolah negeri. Tetap sabar dan berlapang dada, karena daya tampung sekolah juga terbatas. Yang terpenting anak bisa mengenyam pendidikan dan jangan sampai tidak bersekolah,” ungkapnya.(

 

Baca Juga :