Diprotes, Sejumlah Sekolah Tambah Rombongan Belajar

Diprotes, Sejumlah Sekolah Tambah Rombongan Belajar

Diprotes, Sejumlah Sekolah Tambah Rombongan Belajar

Diprotes, Sejumlah Sekolah Tambah Rombongan Belajar
Diprotes, Sejumlah Sekolah Tambah Rombongan Belajar

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Cilegon, Banten, yang menggunakan sistem

dalam jaringan (Daring) dan zonasi, sempat kisruh.

Hal itu dipicu oleh sejumlah orangtua wali murid Kelurahan Lebak Denok yang mengaku tidak puas atas kegiatan PPDB yang dilaksanakan tahun 2019.

Salah satu orangtua murid, Husen, mengatakan, pihaknya bersama orangtua lainnya mendatangi kantor Kelurahan Lebak Denok guna memastikan pendaftaran anaknya di SMPN 11 Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil.

“Kedatangan kami yang pertama adalah menanyakan kepada pihak Kelurahan, di mana setiap tahun sistem zonasi yang dilakukan SMPN 11, adalah jarak yang dekat dengan sekolah. Setelah diperoleh kepastian tidak ada kuota, kami menanyakan langsung ke Pak Lurah dan disarankan ke dinas pendidikan,” katanya, Jumat (21/6/2019).

Dia mengatakan, ada belasan orangtua yang menanyakan sistem zonasi,

namun tidak digubris oleh sekolah.

Padahal, sudah ada kesepakatan dari dulu, bahwa warga sekitar diprioritaskan untuk sekolah di SMPN 11 yang berada di Kel. Warnasari, karena jaraknya yang cukup dekat.

“Artinya, sesuai dengan aturan zonasi, kami menuntut hak kami sebagai warga yang berada di zona 1 yang dekat dengan sekolah tersebut. Dan rencananya Pak Seklur beserta karang taruna akan audiensi dengan dinas pendidikan,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu Sekretaris Kelurahan Lebak Denok Yusuf membenarkan adanya pengaduan belasan orangtua yang menginginkan anaknya sekolah yang dekat. Untuk itu, pihaknya bersama sejumlah anggota karang taruna langsung menemui kadisdik.

“Syukur alhamdullilah, hasil pertemuan dengan Pak Kadis, jumlah rombongan belajar

(Rombel) akhirnya ditambah dan belasan orangtua yang menyekolahkan anaknya di SMPN 11 bisa terakomodir,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Mukhtar Ghajali, mengatakan, setelah melihat dan mengevaluasi kegiatan PPDB, pihaknya mengambil langkah strategis yakni menambahkan jumlah rombongan belajar.

“Jadi ada beberapa sekolah yang kami tambahkan Rombelnya di antaranya adalah SMPN 3, SMPN 11, SMPN 7, SMPN 5. Jadi secara keseluruhan ada 10 Rombel dalam PPDB dan tiap Rombelnya sebanyak 32 murid,dan persyaratan penambahan Rombel tersebut sudah terpenuhi,” ucapnya.

Kalau melihat kekurangan, kata dia, semuanya adalah kurang. Khusus SMPN 3, dibukanya Rombel tersebut untuk mengantisipasi keterkaitan dengan Kecamatan Purwakarta yang tidak memiliki Sekolah Negeri.

 

Sumber :

https://my.carthage.edu/ICS/Academics/EXS/EXS_3070__UG16/RC_2017_UNDG-EXS_3070__UG16_-01/Announcements.jnz?portlet=Announcements&screen=View+Post&screenType=next&Id=eda97e6f-e45d-4ff5-a64e-b389521e4ebe