Pendidikan

Daya Pembeda

Daya Pembeda

Untuk mengetahui siswa tergolong pada tingkat yang tinggi ataupun pada tingkat yang rendah diperlukan suatu indeks. Indeks yang digunakan dalam membedakan siswa yang memiliki kemampuantinggi dengan siswa yang yang berkemampuan rendah adalah daya pembeda. Menurut Sudijono (2011:385), daya pembeda item adalah kemampuan suatu butir item tes hasil belajar untuk dapat membedakan antara testee yang berkemampuan tinggi dengan testee yang berkemampuan rendah. Menurut Arikunto (2012:226) bagi suatu soal yang dapat dijawab benar oleh siswa yang berkemampuan tinggi maupun siswa yang berkemampuan rendah, maka soal itu tidak baik karena tidak mempunyai daya pembeda. Sedangkan menurut Bagiyono (2017:3) menjelaskan bahwa daya pembeda butir soal adalah kemampuan suatu butir soal untuk membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada dalam kelompok itu. Salah satu tujuan analisis daya pembeda butir soal adalah untuk menentukan mampu tidaknya suatu butir soal membedakan antara peserta pelatihan yang berkemampuan tinggi dengan peserta pelatihan yang berkemampuan rendah.

Daya pembeda dapat menunjukkan kemampuan suatu item membedakan kemampuan tester. Semakin besar skor benar suatu kelompok siswa, maka semakin besar indeks daya pembeda. Klasifikasi daya pembeda ditentukan berdasarkan angka indeks diskriminasi (D) butir soal. Jika suatu soal memiliki daya pembeda yang baik dapat diartikan butir soal tersebut dapat membedakan antara siswa yang memiliki kemampuan tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan rendah.

Cara menganalisis daya pembeda adalah dengan menggunakan tabel atau kriteria dari Rose dan Stanley seperti berikut ini:

Rumus:

         SR-ST

Keterangan :

SR = Jumlah siswa yang menjawab salah kelompok rendah. ST = Jumlah siswa yang menjawab salah kelompok tinggi. Contoh :

Tes pilihan ganda dengan option 4 diberikan kepada 30 orang siswa. Jumlah soal 15.

19

Setelah diperiksa, datanya adalah sebagai berikut:

baca juga :