Uncategorized

Dampak Otonomi Terhadap Ekonomi Daerah

Dampak Otonomi Terhadap Ekonomi Daerah

Perekonomian sangat sensitif apabila dihubungkan dengan proses otonomi daerah. Pembangunan ekonomi suatu daerah seharusnya lebih baik apabila diselenggarakan dengan konsep desentralisasi. Dengan adanya otonomi daerah maka pemerintah daerah akan mendapatkan kesempatan untuk menampilkan identitas lokal yang ada di masyarakat dan kebijakan – kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran, karena pemerintah daerah cenderung lebih mengerti keadaan, situasi, dan potensi di daerahnya  daripada pemerintah pusat. Kemandirian dalam melakukan kegitan ekonomi dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD), selain itu tingkat pemberdayaan masyarakat kecil juga dapat terlaksana.

Seperti di Jambi, peradagangan semakin pesat karena ditunjang transportasi sungai di daerah Jambi sehingga mewujudkan perdagangan ekspor impor, jaringan perdagangan regional dan internasional. Salah satu faktor penting yang melatarbelakangi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi masyarakat jambi adalah meningkatnya sektor pertanian dan perkebunan seperti padi, kopi, lada, cengkeh, tembakau, dan tembakau. Keterlibatan masyarakat Jambi begitu besar terhadap penanaman karet rakyat. Petani karet rakyat di Jambi lebih berhasil dibanding dengan petani karet di Malaka sekitar tahun 1904. Hal ini disebabkan oleh terjadinya jaringan transportasi sungai dibandingkan Malaka. Contoh lainnya yaitu Maluku dan Papua program beras miskin yang dicanangkan pemerintah pusat tidak begitu efektif, hal tersebut karena   sebagian penduduk disana tidak bisa mengonsumsi beras, mereka bisa mengonsumsi sagu, maka pemerintah disana hanya mempergunakan dana beras miskin tersebut untuk membagikan sayur, umbi, dan makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/