Pendidikan

Dampak Karena Tawuran Pelajar

Dampak Karena Tawuran Pelajar

  1. Kerugian fisik, pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. Baik cidera ringan, cidera berat, bahkan sampai meninggal.
  2. Masyarakat sekitar juga dirugikan. Contohnya : rusaknya rumah warga apabila pelajar yang tawuran itu melempari batu dan mengenai rumah warga.
  3. Terganggunya proses belajar mengajar.
  4. Menurunnya moralitas para pelajar
  5. Hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargai.

2.4  Hal-Hal yang Dapat Dilakukan untuk Mengatasi Tawuran Pelajar

  1. Sekolah
  2. Memberikan pendidikan moral untuk para pelajar
  3. Menambah jam pelajaran keagamaan baik di sekolah ataupun di tempat kuliah. Hal ini dilakukan agar para pelajar lebih memahami bahwa perkelahian atau tawuran itu tidak ada manfaatnya, yang ada hanya kerusakan dan bahkan kematian
  4. Menghadirkan seorang figur yang baik untuk di contoh oleh para pelajar. Seperti hadirnya seorang guru, orangtua, dan teman sebaya yang dapat mengarahkan para pelajaran untuk selalu bersikap baik
  5. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat seperti berolahraga, ekstrakurikuler, atau penelitian yang bermanfaat bagi mahasiswa. Sehingga tidak terpikirkan keinginan untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji.
  6. Pihak sekolah harus memberikan sanksi yang tegas jika ada siswa atau mahasiswa yang melakukan tawuran, seperti di skors atau bahkan dikeluarkan dari sekolah.
  7. Orangtua
  8. Orang tua harus mengawasi kegiatan anaknya. Apabila sang anak belum pulang ke rumah seperti biasanya, sebaiknya orang tua menanyakan ke anak melalui telepon seluler, ke teman atau sekolahannya.
  9. Memberikan perhatian yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang mencari jati dirinya.
  10. Lingkungan
  11. Patrol polisi atau satpol PP diintensifkan saat jam pulang sekolah, karena siswa atau mahasiswa yang berbeda sekolah biasanya akan cepat terpengaruh emosinya saat mereka berpapasan dengan jumlah yang banyak.
  12. Masyarakat berperan aktif jika ada tanda-tanda akan terjadi tawuran dengan menelpon polisi agar polisi segera datang dan mengendalikan suasana.
  13. Memfasilitasi para pelajar untuk baik dilingkungan rumah atau dilingkungan sekolah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat diwaktu luangnya. Contohnya : membentuk ikatan remaja masjid atau karangtaruna dan membuat acara-acara yang bermanfaat, mewajibkan setiap siswa mengikuti organisasi atau ekstrakurikuler.
  14. Para pedagang jangan menjual bebas senjata tajam dan bahan-bahan kimia yang berbahaya.

2.5 Cara Mengurangi Tawuran Pelajar

  1. Banyak mawas diri, melihat kelemahan dan kekurangan sendiri serta melakukan koreksi terhadap kekeliruan yang sifatnya tidak mendidik dan tidak menuntun.
  2. Memberikan kesempatan kepada remaja untuk beremansipasi dengan cara yang baik dan sehat.
  3. Memberikan bentuk kegiatan dan pendidikan relevan dengan kebutuhan remaja zaman sekarang serta kaitannya dengan perkembangan bakat dan potensi remaja.

2.6 Penjelasan Materi Makalah Dengan Menggunakan Analisis Swot

               Analisis permasalahan perilaku sosial tawuran antara kelompok pelajar dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

  1. kekuatan (strength)
  2. Pelajar ingin membela sekolahnya, agar tidak diserang oleh sekolah lain.
  3. Pelajar cenderung menganggap tawuran sebagai cara memperoleh pengakuan dan status tinggi serta disegani dalam kelompoknya.
  4. Pelajar melakukan tawuran bisa juga karena hal ingin membela temannya yang pernah diserang oleh sekolah lain.
  5. pelajar menganggap kenakalan yang dilakukan hanya manifestasi simbolis aspirasi mereka karena sering diperlakukan tidak adil.

sumber :
https://icbbumiputera.co.id/seva-mobil-bekas/