Teknologi

Cegah Pencurian Data oleh Mantan Karyawan dengan Cara Ini!

Cegah Pencurian Data oleh Mantan Karyawan dengan Cara Ini!

Cegah Pencurian Data oleh Mantan Karyawan dengan Cara Ini!

Baru-baru ini, hasil survei Veriato mengungkapkan bahwa sebanyak 87 persen karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja, mengambil data-data yang mereka tangani. Diantaranya seperti data informasi soal pemasaran, data penjualan, daftar harga, data pelanggan rahasia dan intelijen kompetitif.

Technical Consultant PT Prosperita, ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, dalam keterangan resminya, menuturkan, hilangnya data kekayaan intelektual tersebut akan sangat merugikan, bahkan bisa menyebabkan sebuah perusahaan bangkrut.

Yudhi pun memberikan tiga jenis upaya untuk mencegah terjadinya

kasus pencurian atau hilangnya data (kekayaan intelekual) yang diakibatkan pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan seperti ini.

#1. Tetapkan & Tegakkan Kebijakan Perusahaan

Perusahaan disarankan untuk membuat kebijakan ataupun aturan yang jelas dan mengikat, mengenai segala hal yang berhubungan dengan data (kekayaan intelektual) milik perusahaan. Setiap karyawan harus menyetujui kebijakan ataupun aturan tersebut melalui sebuah surat pernyataan yang dibubuhi tandatangan.

Hal itu perlu dilakukan biar karyawan memahami rambu-rambu serta kewajiban yang harus ditaati. Perlu juga dipastikan, kesepakatan dalam aturan atau kebijakan itu mengulas secara detil data yang dapat diambil atau tidak boleh diambil karyawan saat berhenti bekerja.

Selain itu, perlu disampaikan juga kepada karyawan mengenai konsekuensi

seandainya membawa data-data penting milik perusahaan ataupun menghapusnya.

#2. Teknologi Data Loss Prevention

Teknologi Data Loss Prevention bisa mencegah terjadinya kebocoran data.

konsepnya dengan cara mempelajari rutinitas atau kebiasaan yang dilakukan karyawan. Seandainya suatu waktu ada perubahan pada pola kerja karyawan, itu bisa dideteksi dan dipelajari. Hingga akhirnya nanti bisa disimpulkan, perilaku tersebut berbahaya atau tidak bagi perusahaan.

 

sumber :

https://hon.co.id/