Cara Merumuskan Masalah dan Hipotesis Dalam Penelitian

Cara Merumuskan Masalah dan Hipotesis Dalam Penelitian

Cara Merumuskan Masalah dan Hipotesis Dalam Penelitian

Cara Merumuskan Masalah dan Hipotesis Dalam Penelitian

Cara Merumuskan Masalah

Perumusan masalah sangat penting dalam rangka memberikan arah pada keseluruhan rencana dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan penelitian, karena rumusan masalah akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di dalamnya, sekaligus memberikan petunjuk dalam pengumpulan data.
Perumusan masalah tersebut juga perlu disertai oleh penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kalimat tanya atau pernyataan yang jelas dan padat.

Adapun kriteria yang harus dipenuhi dalam rumusan masalah antara lain adalah sebagai berikut:

  • Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
  • Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.
  • Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain.
  • Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang mendukung pemecahan terhadap masalah penelitian.
  • Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis (kesimpulan sementara)
  • Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam menentukan tujuan penelitian.
  • Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam mengambil kesimpulan penelitian.
  • Rumusan masalah harus mencerminkan judul penelitian.
Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan antara kecerdasan pelajar dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan masalah tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.

Cara Merumuskan Hipotesis

Hipotesis dirumuskan berdasarkan pada rumusan masalah yang ada. Teks Eksposisi Pada dasarnya hipotesis merupakan suatu pandangan dari peneliti tentang solusi terhadap beberapa masalah yang diangkat dalam kegiatan penelitian. Hipotesis merupakan kesimpulan sementara dari beberapa masalah yang ada, hal mana masih harus dibuktikan kebenarannya.
Adapun fungsi dari hipotesis adalah sebagai landasan atau patokan untuk menentukan sumber data, termasuk jenis-jenis data yang diperlukan.

Kerlinger mengajukan dua kriteria tentang hipotesis yang baik, yakni:

  • hipotesis merupakan pernyataan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih dalam penelitian, dan
  • hipotesis dapat diuji secara empirik.
Contoh hipotesis: “kecerdasan pelajar sangat berpengaruh bagi peningkatan prestasi belajar”.