Pertanian

Budidaya Tanaman Tomat

Budidaya Tanaman Tomat

Budidaya Tanaman Tomat

Budidaya Tanaman Tomat
Budidaya Tanaman Tomat

Penanaman bibit tomat

Beri lubang pada bedengan yang sudah di lapisi mulsa di atasnya, pembolongan mulsa bisa menggunakan alat khusus dengan diameter 5 – 7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm. Masukan bibit yang tadi anda semai dengan cara yang sudah di jelaskan di atas.

Pemeliharaan dan perawatan

Perawatan dan pemeliharaan pada tanaman tomat tergolong sangat sensitif pada serangan hama dan penyakit, apalagi jika anda berada pada dataran rendah mungkin ini sangat seresiko 20 – 50 %. Berikut ini adalah cara perawatan yang dapat anda lakukan.

Penyulaman

Penyulaman bertujuan penggantian tanaman yang tidak tumbuh dan di ganti dengan tanaman yang baru, jika umur yang sudah produktif anda tidak bisa menyulamnya, karena penyulaman bisa di gunakan dengan jarak waktu seminggu saja di hitung sejak tanam. Penyulaman di lakukan pada tanaman yang tidak sehat layu, patah batang atau bahkan tanaman yang sudah mati.

Penyiangan

Penyiangan di lakukan 3–4 kali dalam semusim. Jika anda menggunakan mulsa mungkin ongkos atau tenaga untuk melakukan penyiangan bisa terminimalisir, karena dengan menggunakan mulsa gulma jarang tumbuh. Sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman jika terdapat gulma, di karenakan dengan pertumbuhan gulma bisa menimbulkan persaingan untuk mendapatkan unsur hara yang terdapat pada tanah bahkan ada jenis gulma yang bisa meracuni tanaman pokok.

Pemangkasan

Pemangkasan di lakukan dengan rutin selama 1 minggu sekali. Pemangkasan pada tanaman tomat di lakukan dengan membuang tunas yang tumbuh di sekitar bagian ketiak daun agar tidak tumbuh menjadi batang. Pemangkasan tunas muda bisa dilakukan dengan tangan. Jika terkanjur keras pada batang yang tumbuh, sebaiknya gunakan pisau atau gunting. Anda bisa mengatur tinggi tanaman tomat dengan memotongnya pada bagian ujung. Pemotongan ujung tanaman dilakukan setelah terlihat jumlah dompolan buah sekitar 5-7 buah.

Pemupukan tambahan

Pada budidaya tomat organik, semprotkan pupuk organik cair yang mempunyai kandungan kalium tinggi pada saat tanaman akan berbunga dan berbuah (fase generatif). Penyemprotan bisa dilakukan setiap minggu. Harus diperhatikan, pupuk organik cair harus diencerkan terlebih dahulu, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air. Penting untuk dicatat, konsentrasi pupuk organik cair tidak boleh melebihi 2%. Selain itu, kita bisa menambahkan pupuk kandang atau kompos setelah tanaman berumur 2-3 minggu dengan dosis satu gengam tangan per tanaman.
Pemupukan disini ada dua bagian antara pupuk untuk budidaya tomat organik dan budidaya tanaman tomat non-organik.
– Organik

Anda bisa menambahkan pupuk cair yang terkandung kalium tinggi pada fase generatif atau pembentukan buah, anda bisa mengaplikasikanya dengan menyemprotkanya setiap 1 minggu sekali. Pada pupuk organik anda harus mencairkanya terlebih dahulu sebelum di berikan kepada tanaman dengan perbandingan, 1 liter pupuk cair dengan 100 liter air.

– Non-organik

Pada usia 1 minggu anda bisa memberikan campuran urea dan KCl dengan perbandingan 1:1 sebanyak 1-2 gram per tanaman. Hitung pada umur 2-3 minggu berikan kembali urea dan KCl sebanyak 5 gram per tanaman. Jika umur lebih dari 4 minggu tanaman masih terlihat kurang gizi berikan urea dan KCl sebanyak 7 garm per tanaman.

Penyiraman dan pengairan

Sebenarnya tanaman tomat tidak memerlukan air terlalu banayak, namun perhatikan pada kelembaban tanah, jangan sampai tanaman kekeringan. Kelebihan air dalam budidaya tomat membuat pertumbuhan vegetatif (daun dan batang) yang subur tetapi akan menghambat fase generatif. Jika kekurangan air berdampak pada pada buah yang di hasilkan akan terjadi peda kulit buah yang menimbulkan peceh-pecah, kerontokan pada bunga.
Perhatikan pada kondisi kelembaban tanah, jika tanah di rasa masih menyimpan air anda tidak perlu menyiramnya lagi, jika terjadi hujan contohnya perhatikan jangan sampai air hujan merendam tanaman. Jika kekeringan pada musim kemarau penyiraman bisa di lakukan pagi hari, usahakan jangan sampai kekeringan atau retak-retak pada bagian tanah.

Pemasangan lenjeran

Pasang ajir atau lenjeran untuk menegakan tanaman supaya tidak roboh. Untuk lebih jelasnya anda bisa membaca bagaimana fungsi lanjiran dan cara membuatnya di sini :
Ajir di tancapkan dengan jarak 10-20 cm dari bagain batang tanaman tomat. Lenjeran bisa dibiarkan tegak mandiri atau ujungnya diikatkan dengan lenjeran lain yang berdekatan. Pengikatan ujung berguna untuk memperkokoh posisi lenjeran.

Pemasangan ajir dapat di lakukan dengan tanaman budidaya anda tingginya mencapai 10 – 15 cm. Anda bisa mengikat bagian tanaman dengan tali plastik atau dengan tali berjenis kain. Pengikatan bisa menggunakan pola lingkaran angka 8, tujuanya untu batang dan ajir bisa menempel tanpa melukai batang tanaman tomat.

Sumber: www.tanam.co.id