Umum

Budidaya Gemor

Budidaya Gemor

1. Secara Generatif

Dalam budidaya ini terdapat kendala yang dihadapi adalah berkaitan dengan kerusakan ekologi dan berkurangnya tegakan alam gemor maka semakin pohon yang secara fisiologis mampu menghasilkan buah. Buah gemor ini jarang sekali ditemukan, bahkan pencari gemor sekalipun. Hal ini terjadi karena cara pemanenan gemor yang  ekstraktif dengan menebang tegakan gemor yang ada dialam, sehingga adanya pohon masih tersisa di alam secara yang secara fisiologis dapat berubah dapat berbuah semakin kurang keberadaanya.
Buah gemor memiliki bentuk oval dengan panjang 3-3,5 cm, diameter 1,9-2,4 cm, tebal kulit buah 0,2 cm, dengan berat buah dengan kulit 14,8-20,6 gram, berat biji tanpa kulit 9,2 gram. Kulit buah berwarna hijau muda ketika buah masih belum masak dan kulit buah berwarna merah sampai kecoklatan ketika buah masak.
2. Secara Vegetatif
Secara vegetatif ada 2 cara budidaya pohon gemor yaitu sebagai berikut:
Cangkok
Kegiatan pencangkokan adalah memilih bagian batang tegakan yang autrotroph dan dilakukan pengupasan kulit sampai kambiumnya dengan cara (1) mengolesi bagian batang dengan zat perangsang akar, (2) memberikan media dan menutupnya, (3) mengikat cangkokan. Pembungkusan cangkok dapat menggunakan serabut kulit buah kelapa dengan menggunakan media campuran gambut+kompos (1:1) dan dapat juga menggunakan pembungkus cangkok plastik transparan dengan media yang digunakan adalah tana gambut+kompos, sabut kelapa. Setelah lebih 6 bulan, cangkok sudah siap dipindahkan ke polibag.
Stek
Kegiatan ini dilakukan dengan perlakuan pendahuluan dengan pengikatan bahan stekselama beberapa waktu sebelum materi bahan stek dipotong dari lapangan. Perlakuan ini merupakan salah satu cara pengaturan nutrisi pada bahan stek. Secara umum kandungan nutrisi pada bahan stek, rasio kandungan karbohidrat dan nitrogen yang cukup dapat meningkatkan keberhasilan berakar.
Untuk mendapatkan pengaturan keseimbangan nitrogen yang lebih rendah dan kandungan karbohidarat yang lebi tinggi dapat dilakukan dengan membatasi (blocking) transloaksi karbohidrat dari atas ke bawah pada batang, dan bagian pembatas tersebut nantinya merupakan bagian bawah materi bahan stek. Prosedur kerja adalah (1) Memilih trubusan dari tegakan gemor dengan diameter antara 1-3 cm, (2) Trubusan yang diperoleh diikat menggunakan kawat, (3) Setelah bagian yang diikat bengkak, bahan stek segera dipotong dan disapihkan di persemaian.
5. Hama pada Biji Gemor
Buah gemor yang ditemui dibawah tegakan biasanya sudah rusak dan diserang hama. Berdasarkan identifikasi, didalam biji gemor terdapat telur dan larva yang akhirnya berkembang menjadi kumbang yang memakan zat pati buah gemor yaitu sejenis kumbang dengan famili Curculionidae.
6. Kegunaan Gemor
Gemor dimanfaatkan melalui kulitnya sebagai bahan baku obat nyamuk dan bahan baku perekat. Pada bagian serbuk kulit gemor memiliki kandungan kadar 13,10% , alkohol 0,74%, pyrethin 1,80%, resin 5,21%, tanin 1,66% (Zuhely dan Martono, 2003). Pyrethin adalah suatu bahan aktif  insektisida yang bermanfaat untuk pemberantasan nyamuk dan dapat digunakan sebagai sumber bahan aktif insektisida alami. Gemor ini juga dapat diamnfaatkan sebagai sebagai bahan baku pengambat aktivitas virus.