Biologi Umum

INFEKSI BAKTERIAL

Biologi Umum

Biologi Umum
Biologi Umum

 

Seperti domba dan kambing: sapi dan kerbau telah dijinakkan ribuan tahun.

Di daerah tropic dan daerali sedang, sapi dipelihara untuk produksi susu dan daging, sebelum di negara maju ada me-kanisasi, sapi digunakan sebagai hewan ternak tarik. Hewan-hewan tersebut masih digunakan sebagai hewan tarik di negara berkembang, terutama untuk angkutan dan kerja pertanian misalnya I’nembajuk. Kerbau berasal dari Asia dan merupakan hewan penting dalam ekonomi pertanian di lebih dari 20 negara berkembang yang menggunakannya sebagai hewan kerja, untuk dag;ng dan kadang-kada.ig untuk susu. Robinson (1977) menaksir terdapat lebih dari 6 juta sapi dan kira-kira 2,5 juta kerbau di Indonesia.

 

Di Indonesia terciapat lima bangsa sapi utama. Onggole.

Bali. Madura, Grati dan Kelantan. Sapi Onggole (Bos indicus) asiinya diimpor dari India. Sapi ini besar, yang jantan mempunyai berat badan 800 Kg atau lebih, dan dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan baik (Robinson, 1977) Sapi Bali (Bos javanicus) tidak identikdengan banteng liar asli. Sapi Bali jantan berwarna hitam. dan berat badannya sampai 400 Kg, yang betina berwarna merah dengan garis hitam jelas disepanjang punggung, baik jantan maupun betina mempunyai pantat belang putih. Sapi Madura berwarna kecokbtan sampai merah dan yang jantan dapat mencapai berat 300-350 Kg, Bangsa sapi ini aipelihara secara murni di pulau Madura dan biasa digunakan untuk karapan sapi. Sapi Grati berasal dari bangsa Holstein-Friesian dari daerah beriklim sedang tetapi banyak yang telah disilangkan de­ngan sapi Onggole untuk meningkatkan toleransinya terhadap lingkungan. Bangsa sapi ini dulu merupakan dasar industri kecil sapi perah di Indonesia, tetapi akhir-akhir ini telah diimpor Holstein-Friesian lebih banyak. Sapi Kedah-Kelantan banyak ditemukan di Suniatera. Sapi-sapi ini kecil, kompak dengan warna bervariasi dari hitam sampai coklat muda.

 

Hampir semui kerbau di Indonesia adalah kerbau lumpur.

Ada sedikit kerbau murah di Suniatera Utara yang digunakan untuk produksi’ susu, dan kerbau kecil atau Anoa (Anoa depressicornis) ditemukan di Sulawesi. Ada tipe khusus atau bangsa kerbau lumpur yarg lebih disukai di beberapa daerah misalnya kerbau belang hitam dan putih “Tedong bonga” dari Toraja atau kerbau putih di Bali bagian utara. Berat kerbau jantan dewasa kurang-lebih 700 Kg. Robinson (1977) mengungkapkan penggunaan utama kerbau dan sapi di Indonesia.

Sapi mempunyai kebiasaan makan mirip dengan domba kecuali bahwa di penggembalaan sapi lebih menggunakan lidah daripada bibir untuk makan. Oleh karena itu, sapi lebih suka digembalakan di rumput panjang sedang domba dapat memanfaatkan padang rumput yarg sangat pendek. Kerbau sangat suka air, suka berkubang, lebih-lebih waktu hari panas dan malam hari. Kerbau sangat suka ar tergenang dan lumpur.

 

Data biologis sapi tertera pada Tabel 10.1 dan kerbau :ertera pada Tabel 10.2. Banyak buku bacaan tentang pemeliharaan sapi potong atau sapi perah tetapi umumnya menekankan pada sistem pengelolaan dan penggunaannya di daerah berik’im sedang dan masa’ah-masalah berkaitan dengan sistem itu. Kecuali besarnya anatomi sapi dan kerbau. Pada dasarnya serupa dengan domba. Sebagai hewan memamah-biak, pada dasarnya metabolismenya juga mirip dengan domba dan kambing. Mitruka dan Rawnsley (1981) menyediakan daftar sangat bermanfaat tentang nilai biokemis dan hematologis normal untuk sapi, dan Canfield et al (1984) dan Sulong et al (1980) melengkapi daftar serupa untuk kerbau. Cockrill (1977) memberi gambaran umum tentang peternakan kerbau dan King (1971) dan Wiison (1971) berturut turut memberi uraian umum tentang peternakan sapi perah dan sapi potong. Buku ajar yang bennanfaat tentang pengelolaan dan nutrisi kerbau adalah Ranjhan dan Pathak (1979) dan Cockiill (1974) adalah buku ajar rumum yang baik sekali tentang kerbau. Buku-buku ajar yang baik tentang penyakit adalah Blood et al (1979), Jubb dan Kennedy (1970;, Ristic dan Mclntyre (1981).

 

Tabel 10.1. Data Biologis Sapi

Lama hidup : 20—25 tahun, bisa sarnpai 30 tahun

Lama produksi ekonomis : kira-kira 15 tahun

Lama bunting : 280 hari (275-283 tori)

Umur disapih : kira-kira 6 bulan

Umur dewasa : kira-kira 2 tahun

Umur dikawinkan : 18—27 buhn

Siklus kelamin : poliestrus

Siklusestrus : 17-20 hari

Periode estrus : 6-30 jam

Perkawinan : pada waktu estrus

Ovulasi : 10—15 jam sesudah estrus teijadi, spontan

Fertilisasi : beberapa jam sesudah cvulasi

Implantasi : 25—35 hari sesudah fertilisasi

Berat dewasa : 300-600 Kg betina, 350-1.000 Kg jantan

Berat lahir : 22-50 Kg

Jumiahanak : I, kadang-kadang 2

Suhu(rcktal) : 38,0-39,0°C (rata-rata 38,6°C)

Pernapasan : 27—40/menit

Denyutjantung : 40—58/menit

Tekanan darah : 121-166 sistol; 18-120 diastol

Konsurnsi energi : kira-kira 15 kal/Kg/hari

Volume darah : 52-63 ml/Kg

Sel darah merah : 5,8-10,4 x 106/mm3

Sel darah putih : 6,5-12,0 x 103/mm3

Neutrofil : 21-41%

Linfosit : 42-61%

Monosit : 2,5-13,5%

 

Hosinofil : 3,6-15,49;

PCV : 33-47%

Trombosit , : 175-525 x 103/mm3

Hb : 8,6-14,4 g/100ml.

Protein plasma . 5.9-8,6 g/lOOml

ALP : 94 170 IU/liter

AST (SCOT) : 8,5-93,0 IU/liter

CPK ‘ : 66-120 IU/liter

Kolesicol . 80-170 mg/100ml

Air kencing : 17—45 ml/Kg/hari

Susu : air 86-89%, lemak 3,5-4,7% protein

3,2-3.7% giila 4,6-4,7%

Puting susu : 4 puting

Plasenta : mesokorial kotiiedoner, semiplasenta

Uterus : 2 kornu, panjangnya 25-40 cm, dan badan panjangnya 4-5 cm

Kromosom : 2n=60

Gigi : 0033 / 4033

Imunitas pasif : hanya melalui usus, dari kolostrum

Sumber : https://nashatakram.net/jenis-kata/