Peternakan

9 Tips Membuat Pakan Ternak Fermentasi yang Lebih Baik Untuk Unggas

Membuat Pakan Unggas

Membuat Pakan Ternak Fermentasi Khusus Entok, Ayam dan Bebek Kita

Memfermentasikan pakan untuk ternak unggas kita (entok, ayam atau bebek), tidak hanya akan membuat pakan lebih mudah bagi mereka untuk mencerna. Fermentasi juga akan meningkatkan kadar vitamin, nilai nutrisi dalam pakan dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Peningkatan kadar protein dalam pakan fermentasi juga dapat membantu dalam produksi telur.

Itu berarti ternak kita akan makan lebih sedikit, untuk mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan, atau bisa dibilang lebih cepat kenyang. Tentu saja hal itu akan menghemat tagihan atau pengeluaran dana untuk pakan setiap harinya. Tidak hanya itu, baik entok, ayam maupun bebek (petelur atau pedaging) sangat menyukai pakan yang telah difermentasi! Jadi ini merupakan sebuah solusi tepat guna.

Metode sistem fermentasi sederhana sangat mudah , dan anda bisa menggunakan sistem fermentasi pakan ternak entok versi saya disini :  Cara Membuat Pakan Entok Fermentasi Menggunakan Probiotik Buatan Sendiri dan Anternatif Pakan Entok Berkualitas Namun Murah Dan Ekonomis

Meskipun menerapkan sistem fermentasi pada pakan entok dan unggas lain tidak sulit, masih banyak peternak yang belum menggunakan tips sederhana ini untuk dapat meningkatkan peluang keberhasilan dalam usaha ternak.

Berikut ini adalah 9 Tips Membuat Pakan Fermentasi yang Lebih Baik Untuk Ternak Unggas ( entok, bebek dan ayam) :

1. Gunakan lebih banyak campuran biji-bijian (kacang-kacangan, biji-bijian dan polong-polongan). Kita dapat membuat campuran pakan unggas sendiri atau menggunakan sedikit pakan pabrik sebagai campuran.

2. Ukurlah ransum pakan satu hari, untuk memperkirakan jumplah pakan dan waktu fermentasi. Setelah beberapa kali berjalan, kita akan bisa menentukan takaran rata – rata pakan setiap ternak unggas dalam kandang.


3. Gunakan gelas, plastik bebas BPA atau stoneware kelas makanan ataupun wadah keramik sebagai wadah untuk fermentasi. Jangan gunakan wadah berbahan logam seperti besi, tembaga, aluminium atau baja tahan karat rendah. Semua jenis logam dapat melebur ke dalam pakan fermentasi.

4. Gunakan air de-diklorinasi (air murni). Klor dan tepung terigu dapat menghambat aktivitas kultur probiotik, jadi sebaiknya menggunakan air sumur atau air suling dalam kemasan. Jika menggunakan air keran/ledeng, diamkan selama 24 jam, atau didihkan selama 20 menit lalu biarkan hingga dingin hingga mencapai suhu kamar.

5. Tempatkan ditempat gelap dan teduh, jauhkan wadah Anda dari sinar matahari langsung dan jauhkan dari sumber panas (kompor dll). Tempatkan pula pada ruangan yang bebas dari hewan – hewan penganggu seperti tikus, serangga, ular dan lainnya.

6. Cium campuran pakan fermentasi setelah jadi, tanda fermentasi berhasil ialah berbau harum dan terasa manis (seperti ragi roti atau tape). Dan seharusnya tidak berbau asam, berjamur atau tengik.

7. Tambahkan probiotik – probiotik yang telah teruji baik seperti cairan EM4, produk yogurt, ragi tape/tempe atau jenis yang lain untuk memperkaya micro-organisme menguntungkan dalam pakan.

8. Campurkan sedikit pasir kali yang telah kita sterilkan kedalam makanan fermentasi yang telah jadi. Pencernaan unggas (entok, bebek atau ayam) memerlukan pasir untuk membantu mereka mencerna makanan. Komposisinya segenggam pasir untuk sekarung pakan,  atau bisa juga pasir ditempatkan dilingkungan sekitar kandang.

9. Tambahkan pula berbagai macam empon – empon atau tanaman obat dengan dosis stabil untuk membuat ternak uanggas kita lebih tahan terhadap hama/ penyakit. Tutup rapat wadah setelah mengambil pakan setiap hari. Karena semakin lama terpapar udara bebas, maka pakan semakin cepat busuk dan beracun bagi ternak kita

Pos-pos Terbaru